Ramadhan Kareem

Bolehkah Anak Bayar Zakat Fitrah Orang Tuanya?

Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, zakat fitrah di akhir ramadan untuk mensucikan orang yang puasa dari ucapan tak pantas, dosa-dosa.

AFP PHOTO/KAMARUL AKHIR
Seorang pria Muslim Malaysia (atas) melakukan 'Zakat Fitrah' (sedekah wajib) untuk Ramadhan sebuah masjid di Kuala Lumpur pada 12 September 2008. Muslim di seluruh dunia sedang menjalankan bulan suci Ramadhan, ketika umat Islam diminta untuk tidak makan , minum, merokok dan berhubungan seks dari fajar hingga senja. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Zakat Fitrah merupakan amalan yang wajib dilakukan.

Dikutip dari Buku Panduan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah, zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap muslim karena untuk menutupi kekurangan puasa yang diisi dengan perkara sia-sia dan kata-kata kotor serta orang yang mampu mengeluarkan zakat fithri.

Menurut mayoritas ulama, batasan mampu di sini adalah mempunyai kelebihan makanan bagi dirinya dan yang diberi nafkah pada malam dan siang hari ‘ied.

Jadi apabila keadaan seseorang seperti ini berarti dia dikatakan mampu dan wajib mengeluarkan zakat fithri.

Orang seperti ini yang disebut ghoni (berkecukupan) sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barangsiapa meminta-minta, padahal dia memiliki sesuatu yang mencukupinya, maka sesungguhnya dia telah mengumpulkan bara api.”

Mereka berkata, ”Wahai Rasulullah, bagaimana ukuran mencukupi tersebut?”

Siapa yang Membayarkan Zakat Fitrah Istri?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Seukuran makanan yang mengenyangkan untuk sehari-semalam."

Dari syarat di atas menunjukkan bahwa kepala keluarga wajib membayar zakat fithri orang yang ia tanggung nafkahnya.

Lalu apakah seorang anak boleh membayarkan orang tuanya zakat fitrah?

Dilansir dari Wartakota, menurut Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, zakat fitrah di akhir ramadan untuk mensucikan orang yang puasa dari ucapan tak pantas, dosa-dosa.

Ilustrasi menunaikan zakat fitrah di bulan Ramadhan.
Ilustrasi menunaikan zakat fitrah di bulan Ramadhan. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Zakat fitrah ketika anak masih kecil yang bayarkan orangtuanya, namun ketika mereka sudah besar bisa bayar sendiri-sendiri.

Bagaimana orangtuanya? Nah bila orangtua hidup dari nafkah anak-anaknya maka saat akan bayar zakat fitrah belikan beras lalu bilang saja khusus untuk zakat fitrah.

"Tetapi bilang orangtua bilang akan mengeluarkan zakat fitrah sendiri juga tidak apa-apa," kata Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah dikutip Wartakotalive.com dari Youtubenya.

Ustadz Riza menambahkan, dalam pembayaran zakat fitrah minimal 1 sha, namun bila orang ingin membayar lebih pun tak mengapa. Misalkan satu keluarga ada 5 orang mau memberikan 1 kuintal beras tidak dilarang.

"Bila punya rejeki lebih bila memberikan beras diluar yang ditentukan malah bagus," tutur Ustadz Riza. (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Bolehkan Membayarkan Zakat Fitrah untuk Orangtua? Begini Penjelasan Ustadz Riza Basalamah

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved