Menakar Ketangguhan Pangan di Bulan Ramadhan 2022

Bahkan Presiden Jokowi jelang masuknya bulan Ramadhan, turun cek langsung ketersediaan pangan di pasar tradisional.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Abiyadun Saat menaiki Zonder di Kawasan Pertanian di Indonesia. 

Oleh: Abiyadun (Humas Kementerian Pertanian)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kesiapan pangan di bulan Ramadhan 2022 telah diantasipasi pemerintah secara apik. Bulan Ramadhan tahun ini bukan hanya sebatas sebagai momentum yang lazim terjadi sekali setahun akan tingginya permintaan dan harga pangan.

Namun, bulan Ramadhan tahun ini memiliki tantangan yang berbeda, yang tak terjadi di tahun sebelumnya. Tantangan tersebut adalah dampak dari situasi geopolitik di Rusia dan Ukraina, secara signifikan menyebabkan kenaikan harga pangan.

Tak ayal, berangkat dari kondisi ini Presiden Jokowi menginstruksikan dengan tegas kepada jajarannya untuk serius menjamin ketersediaan bahan pangan pokok selama Ramadhan ini.

Bahkan Presiden Jokowi jelang masuknya bulan Ramadhan, turun cek langsung ketersediaan pangan di pasar tradisional.

Pemkab Kapuas Hulu Terima Bantuan Alat Pertanian dan Perkebunan dari Pemerintah Jerman

Hal ini menunjukkan ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan adalah keniscayaan untuk diwujudkan pemerintah. Apalagi saat kondisi normal Ramadhan saja, kenaikan permintaan bahan pangan sekitar 20 persen.

Artinya jika tantangan di Ramadhan tahun ini beda, diprediksi terjadi inflasi bahan pangan yang lebih tinggi, sehingga pemerintah harus bekerja keras untuk menjamin kemaslahatan masyarakat selama bulan suci ini.

Sebab berbicara pangan itu menyangkut kebutuhan perut dan hakekat hidup, apabila terjadi distorsi maka menimbulkan dampak buruk di semua sudut masyarakat.

Lalu bagaimana kondisi pangan di bulan Ramadhan hingga Idul Fitri nanti?. Ini pertanyaan dasar untuk mengetahui secara pasti kekuatan pangan dan upaya pemerintah dalam menyediakan pangan yang menjadi kebutuhan primer masyarakat, utamanya di saat Ramadhan ini.

Apakah pasokan pangan cukup dan harga stabil atau yang terjadi justru sebaliknya? Penting untuk mengukur ini agar menjadi catatan keberhasilan sektor pertanian dalam upaya mengakselerasi produksi pangan dan mengkosolidasikan dengan pihak lain.

Ketersediaan Pangan

Menjelang masuknya bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal 30 Maret 2022, Presiden Jokowi melakukan pembuktikan akan fakta lapangan terkait ketersediaan pangan dan sekaligus harganya. Berada di Pasar Rakyat Kabupaten Magelang dan Purworejo, Jawa Tengah, orang nomor satu di Indonesia ini menyaksikan langsung bahwa stok pangan menjelang dan selama Ramadhan ketersediaanya aman.

Hal yang sama dilakukan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Mantan Gubenur Sulawesi Selatan dua periode ini pun melakukan sidak pada H-1 bulan Ramadhan di Pasar Terong, Kota Makassar. Sidak ini dengan maksud untuk melakukan validasi dan aktualisasi data 12 komoditas pangan di lapangan.

Hasilnya adalah stok pangan dan harga stabil, mulai dari bawang merah, bawang putih, cabe, daging, ayam, minyak, beras, serta telur. Harga daging sapi sedikit mengalami kenaikan, dari biasanya harga Rp. 110.000 menjadi Rp. 115.000. Harga cabai turun dari Rp 50.000 ke Rp 30.000 (data Pengelola Pasar Terong).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved