Yayasan Palung Paparkan Kualitas Habitat Orangutan di Kawasan Hutan Desa Binaan

Hal ini, memiliki peran penting dalam upaya mendukung kelestarian keanekaragaman hayati termasuk kelangsungan hidup berbagai jenis satwa liar didalamn

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Dok. Yayasan Palung.
Andre Ronaldo selaku Botanis Yayasan Palung saat sedang mencatat jenis pohon pada survei kualitas habitat orangutan. Selasa 5 April 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Hutan Desa (HD) merupakan hutan yang telah diberikan hak pengelolaannya kepada masyarakat, yang bertujuan untuk kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat disekitarnya.

Hal ini, memiliki peran penting dalam upaya mendukung kelestarian keanekaragaman hayati termasuk kelangsungan hidup berbagai jenis satwa liar didalamnya.

Mengenai hal ini, Andre Ronaldo selaku Botanis Yayasan Palung menuturkan bahwa dalam upaya pengelolaan hutan desa dengan melakukan survei mengenai populasi orangutan.

Yayasan Palung Laksanakan Seleksi Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalbar 2022

"Upaya pengelolaan hutan desa, kami rutin melakukan survei mengenai populasi orangutan dan kualitas habitat orangutan setiap tahunnya," ucapnya, Selasa 5 April 2022.

"Pada tahun 2021, kami melakukan survei kualitas habitat orangutan di 6 hutan desa binaan Yayasan Palung. Tepatnya di lansekap hutan lindung gambut Sungai Paduan (hutan desa Padu Banjar, Nipah Kuning, Pemangkat, Pulau Kumbang) dan di lansekap hutan produksi Sungai Purang (hutan desa Penjalaan dan Rantau Panjang). Secara administrasi hutan desa ini berada di kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara," timpal Andre.

Lebih lanjut, Metode yang gunakan dalam survei ini adalah metode jalur berpetak. Peletakan jalur dibuat secara sengaja (purpossive), sampling dibuat sebanyak 16 jalur dengan panjang masing-masing 1000 meter dan didalamnya terdapat total 64 plot berukuran 10 kali 100 meter. Setiap jalur dibagi menjadi 4 plot dengan interval antar plot sepanjang 200 meter.

"Kami mendata semua jenis pohon berukuran diameter 10 cm keatas, memberi tagging pada pohon karena ini merupakan plot permanen yang akan di monitoring setiap tahunnya," ungkapnya.

Habitat pada lokasi survei umumnya berupa habitat hutan rawa gambut sekunder.

Berdasarkan hasil survei, terdata 102 jenis pohon di lansekap HLG Sungai Paduan sedangkan di lansekap HP Sungai Purang terdata 94 jenis pohon.

Indeks nilai penting (INP) tertinggi pada lansekap HLG Sungai Paduan adalah medang (Litsea gracilipes) dengan INP sebesar 30,82 persen, diikuti mempening (Lithocarpus bancanus) dengan INP 22,23 persen dan bedaru (Stemonurus secundiflorus) dengan INP 15,96 persen.

Sedangkan Indeks nilai penting (INP) tertinggi pada lansekap HP Sungai Purang, adalah medang (Alseodaphne bancana) dengan INP sebesar 23,51 persen, diikuti medang semat (Litsea angulata) dengan INP 17,47 persen dan ensibar (Elaeocarpus mastersii) dengan INP 15,96 persen. (*)

[Update Informasi Seputar Kabupaten Kayong Utara]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved