Ramadhan Kareem

Belum Banyak Hafal, Bolehkah Baca Satu Surat Saja saat Tarawih?

Dalam shalat tarawih, apakah boleh membaca satu surah saja atau mengulang surah yang sama?

Tayang:
TRIBUNJABAR/GANI KURNIAWAN
Umat Islam melaksanakan Salat Jumat di Masjid Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat 20 Maret 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Shalat Tarawih merupakan satu diantara ibadah yang dianjurkan dilakukan pada bulan Ramadhan usai shalat Isya.

Shalat tarawih dianjurkan secara berjemaah di masjid atau musala yang akan dilanjutkan dengan kegiatan tilawah quran bersama.

Sholat tarawih akan didirikan beberapa rakaat, ada yang 8 hingga 20 rakaat yang dikerjakan per dua rakaat.

Lalu akhiri dengan sholat witir sebanyak 3 rakaat dengan cara 2 rakaat lalu 1 rakaat yang terakhir.

Dalam shalat tarawih, apakah boleh membaca satu surah saja atau mengulang surah yang sama?

Dilansir dari berbagai sumber, tidak mengapa mengulangi surat yang sama pada shalat Tarawih atau di shalat-shalat lainnya.

Hukum Membawa Bunga dan Air saat Ziarah Kubur

Dalil akan hal itu adalah keumuman firman Allah ta’ala:

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَى مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَأُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ

سورة المزمل: 20

"Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran.” (QS. Al-Muzammil: 20)

وروى أبو داود (816) عَنْ مُعَاذِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْجُهَنِيِّ أَنَّ رَجُلا مِنْ جُهَيْنَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الصُّبْحِ : (إِذَا زُلْزِلَتْ الأَرْضُ) فِي الرَّكْعَتَيْنِ كِلْتَيْهِمَا . فَلا أَدْرِي أَنَسِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْ قَرَأَ ذَلِكَ عَمْدًا ؟

حسنه الألباني في صحيح أبي داود

"Abu Dawud meriwayatkan, (dalam hadits no. 816) dari Muaz bin Abdullah Al-Juhani radhiallahu’anhu bahwa seseorang dari Juhainiyah memberitahukan bahwa dia mendengar Nabi sallallahu’alaihi wa sallam membaca di shalat Subuh surat ‘Idza Zulzilatil Ardu’ pada kedua rakaat. Saya tidak tahu apakah Rasulullah sallallahu’alaih wa sallam lupa ataukah dibaca dengan sengaja?" (Dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Abu Dawud)

Abdul Azim Abadi berkomentar: ”Shahabat ragu akan pengulangan Nabi sallallahu’alaihi wa sallam terhadap surat, apakah lupa? Karena kebiasaan dari bacaannya adalah membaca pada rakaat kedua dengan bacaan yang bukan di rakaat pertama. (Jika demikian), maka tidak disyariatkan kepada umatnya. Atau prilaku beliau sengaja untuk menjelaskan dibolehkannya (hal itu)? Maka, kejadian pengulangan tersebut menimbulkan keraguan, apakah hal itu disyariatkan atau tidak. Kalau suatu perkara berputar antara diajurkan dan tidak, maka prilaku beliau sallallahu’alaihi wa sallam lebih utama dipahami sebagai sesuatu yang disyariatkan. Karena asal dari prilakunya adalah untuk syariat, sementara lupa adalah keluar dari perkara asal. (Aunul Ma’bud, 3/23)

Cek Hasil Sidang Isbat 1 Ramadhan 1443 Hijriah Diumumkan Kementerian Agama RI

Bahkan tidak mengapa mengulang-ulang surat atau ayat yang sama pada satu rakaat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved