Ramadhan Kareem
Link Siaran Langsung Pengumuman Hasil Sidang Isbat Ramadhan 2022
Sidang Isbat digelar mulai pukul 17.00 WIB di di Auditorium HM. Rasjidi Kemenag, Jalan MH. Thamrin dan hasilnya akan diumumkan di hari yang sama.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penentuan awal Ramadhan, hari Jumat 1 April 2022.
Sidang Isbat digelar mulai pukul 17.00 WIB di di Auditorium HM. Rasjidi Kemenag, Jalan MH. Thamrin dan hasilnya akan diumumkan di hari yang sama.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag) Adib mengatakan, ada potensi terjadinya perbedaan 1 Ramadhan 1443 H yang akan ditetapkan pemerintah dengan awal Ramadhan yang diumumkan Muhammadiyah.
• Manfaat Solat Duha di Tiga Waktu Berbeda Menurut Ustadz Adi Hidayat
Hal itu terjadi karena pendekatan yang digunakan berbeda dalam menentukan awal Ramadhan.
"Mengapa terjadi perbedaan (1 Ramadhan)? Tentu ada pendekatan yang berbeda dalam hal penetapan awal bulan Ramadhan," katanya dalam diskusi secara virtual bertajuk "Persiapan Ibadah dan Pangan Jelang Ramadhan", Senin 28 Maret 2022.
"Satu di antaranya ada menggunakan pendekatan ilwa hisab atau pendekatan hisab secara murni," kata Adib.
Terkait perbedaan 1 Ramadhan tersebut, Kemenag akan melakukan sidang Isbat bersama organisasi-organisasi Islam dan majelis ulama.
• 25 Ucapan Menyambut Bulan Ramadhan 2022, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa !
"Jadi nanti pada saat sidang Isbat itu kita akan menentukan terkait dengan awal bulan Ramadhan 1443 Hijriyah. Apakah kemudian jatuh pada jatuh tanggal 2 April atau di tanggal 3 April," ujarnya.
Lebih lanjut, Adib mengatakan, 1 Ramadhan akan bergantung pada hasil laporan para petugas yang melakukan proses pengamatan terhadap keberadaan hilal.
"Ada 101 titik di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini yang melakukan proses pengamatan terhadap hilal," katanya.
Pengumuman hasil sidang isbat penetapan Ramadhan 2022 atau 1443 H bisa dilihat secara langsung melalui link live streaming berikut ini:
Sidang Isbat awal Ramadhan 2022 akan digelar dalam tiga sesi.
Sesi pertama, pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1443 H berdasarkan hasil hisab (perhitungan astronomi).
Pemaparan dilakukan Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag mulai pukul 17.00 WIB.
Sesi ini akan digelar terbuka dan disiarkan melalui live streaming.
Setelah itu Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1443 Hijriah akan digelar secara tertutup setelah Solat Magrib.
Selain data hisab (informasi), sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatul hilal (konfirmasi) yang dilakukan Tim Kemenag pada 78 lokasi di seluruh Indonesia.
Setelah itu, Menteri Agama akan menyampaikan hasil sidang isbat yang disiarkan secara langsung.
Doa menyambut Ramadhan
اللهم أهله علينا باليمن والإيمان والسلامة والإسلام ربي وربك الله
Allahumma ahillahu ‘alainaa bil yumni wal Imani wassalamati wal islami Rabbi wa Rabbukallahu.
Artinya:
“Ya Allah mohon hadirkan awal ramadhan kepada kami dengan penuh ketentraman, dan dengan penuh kekuatan iman, sehat dan selamat, dan dengan kekuatan islam Rabbi wa Rabbukallahu.”
Doa tersebut bisa dibaca saat memasuki bulan Ramadhan.
Artinya di malam hari pada hari Jumat 1 April 2022 setelah Solat Magrib.
Selain doa itu, ada beberapa doa lain yang bisa dibaca menyambut Ramadan dilansir dari Tribun Jakarta:
Doa melihat hilal
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
Allahumma ahillahu ‘alaynaa bilyumni wal iimaani wassalaamati wal islaami robbii wa robbukallahu
Artinya:
"Ya Allah, perjalankanlah bulan ini kepada kami dengan penuh kebajikan dan iman, serta keselamatan dan Islam.
Rabb-ku dan Rabb-mu (bulan) adalah Allah."
Doa melihat hilal diambil dari hadis riwayat Imam Tirmidzi, Thalhah bin Ubaidillah.
Nabi Muhammad SAW membaca doa ini ketika melihat hilal.
Doa memasuki bulan Ramadan
Umat muslim memanjatkan doa seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Doa Rasulullah SAW ini diriwayatkan Iman At Thabarani dan Imam Ad Dailami.
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ
Allāhumma sallimnī li Ramadhāna, wa sallim Ramadhāna lī, wa sallimhu minnī.
Artinya:
"Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) Bulan Ramadhan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di Bulan Ramadhan."