Ketua PGRI Bengkayang Sebut PGRI Merupakan Organisasi Profesi

Rizal juga meminta kepada seluruh tenaga pendidik, agar meningkatkan mutu pendidikan dan membutuhkan guru yang profesional.

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Diskominfo Bengkayang
Kegiatan Workshop SIK, Asik dan Lingkar Belajar Guru (LBG) Pengurus Cabang PGRI Se-Kabupaten Bengkayang beberapa waktu lalu, di Aula Paroki Bengkayang, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat. Rabu 30 Maret 2022. TRIBUN PONTIANAK/Diskominfo Bengkayang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Ketua PGRI Kabupaten Bengkayang, Rudi menyampaikan bahwa persatuan guru republik indonesia (PGRI) merupakan organisasi profesi.

Hal ini sejalan dengan Workshop SIK, Asik dan Lingkar Belajar Guru (LBG) Pengurus Cabang PGRI Se-Kabupaten Bengkayang, yang bertajuk PGRI yang Kuat, Independen, Demokratis dan Sinambung (KIDS) yang dilakukan beberapa waktu lalu.

"PGRI merupakan organisasi profesi," terangnya, Kamis 31 Maret 2022.

Lebih lanjut, mengenai TPP sesuai dengan Peraturan Bupati, Guru merupakan organisasi profesi tidak mendapat tambahan pegawai.

Wabup Bengkayang Sebut Guru Garis Terdepan Untuk Memajukan SDM Unggul Bengkayang Mantap

Mengenai hal itu juga, Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal berharap kedepan agar dilakukan revisi dikarenakan sumber anggaran TPP bersumber dari APBD.

Rizal juga meminta kepada seluruh tenaga pendidik, agar meningkatkan mutu pendidikan dan membutuhkan guru yang profesional.

"Jadi tidak terlepas tugas kita sebagai pendidikan di Kabupaten tercinta ini, diperlukan pendidikan yang bermutu sedangkan pendidikan yang bermutu memerlukan guru atau tenaga pendidik yang profesional sehingga dapat terwujud Bengkayang yang SDM yang Unggul," tukasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Bengkayang)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved