Warga Harap Ketersediaan dan Harga Gas Elpiji Aman Selama Bulan Ramadan

Dirinya mengkhawatirkan, apabila harga bahan pokok mengalami kenaikan, maka berdampak pula pada perekonomian masyarakat.

Tayang:
Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Ramadhan
Salah satu pengelola Pangkalan Gas di Mempawah, Adit, saat melihat ketersediaan stok gas elpiji subsidi 3 kg di pangkalannya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Menjelang bulan suci Ramadan 1443 H yang tinggal menghitung hari, membuat masyarakat khawatir ketersediaan bahan pokok langka dan harga mengalami kenaikan, terutama juga tentang gas elpiji.

Seperti halnya yang disampaikan Firnanda, dimana dirinya berharap memasuki bulan puasa Ramadan ketersediaan gas maupun harganya dapat stabil.

"Sebagai masyarakat kita berharapnya ketersediaan barang ataupun harga bahan pokok bisa stabil selama bulan puasa Ramadan, bahkan sampai hari raya nantinya. Begitupun dengan gas elpiji, harapan kita stok tetap ada dan tidak langka, karena bulan puasa biasa masak di waktu subuh. Takutnya habis pas mau masak untuk sahur, dan barang tidak ada, ya kan jadi sulit. Harapannya bisa dikendalikan lah," terangnya, Rabu 30 Maret 2022.

Selanjutnya dirinya juga berharap bahan-bahan pokok lainnya juga aman menjelang puasa Ramadan.

Pengelola Pangkalan Gas di Mempawah Sebut Ketersediaan Gas Elpiji Aman Menjelang Ramadan

"Konsepnya kan, kalau misalnya barang-barang dan bahan pokok lengkap, otomatis harga-harga di pasaran bisa terkendalikan," ungkapnya.

Dirinya mengkhawatirkan, apabila harga bahan pokok mengalami kenaikan, maka berdampak pula pada perekonomian masyarakat.

"Sekarang ini masih pandemi Covid-19, kalau harga-harga bahan pokok naik, kasian dengan masyarakat, ekonomi sudahlah susah ditambah dengan naiknya harga, maka itu akan membuat masyarakat semakin susah," jelasnya.

Dirinya berharap, saat harga bahan pokok melonjak naik, ada tindakan dari Pemerintah atau Dinas terkait untuk mengendalikan hal itu.

"Kalau ada kenaikan harga, saya selaku masyarakat berharap ada tindakan cepat dari pemerintah, atau dinas yang membidangi hal ini, agar harga yang naik bisa normal kembali," tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Mempawah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved