Ramai Dikritik Madrasah Hilang di RUU Sisdiknas, Jawaban Kompak Menteri Yaqut dan Nadiem

Polemik Madrasah hilang dalam RUU Sisdiknas simak penjelasan lengkap Menteri Yaqut Cholil Qoumas dan Nadiem Makarim.

Editor: Rizky Zulham
TRIBUNNEWS
Mendikbud Nadiem Makarim. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Polemik Madrasah hilang dalam RUU Sisdiknas simak penjelasan lengkap Menteri Yaqut Cholil Qoumas dan Nadiem Makarim.

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan, pihaknya tak pernah berniat menghapus sekolah, madrasah atau satuan pendidikan lain dari RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Hal ini sekaligus sebagai jawaban usai Nadiem Makarim mendapatkan banyak kritik dari banyak pihak karena madrasah diduga hilang dalam RUU Sisdiknas.

"Sedari awal tidak ada keinginan atau rencana menghapus dari sistem pendidikan nasional."

"Sebuah hal yang tidak masuk akal dan tidak pernah terbersit sama sekali di benak kami," kata Nadiem usai bertemu dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas seperti ditayangkan Instagram @nadiemmakarim, Selasa malam 29 Maret.

Siap-siap Cair! Rincian THR dan Gaji ke-13 PNS TNI Polri & Pensiunan Langsung Ditransfer ke Rekening

Lantas, bagaimana kata madrasah bisa hilang dari RUU Sisdiknas?

Nadiem Makarim pun menjelaskan, mengenai kata madrasah yang diduga hilang dari RUU Sisdiknas, nantinya akan dijelaskan secara lebih rinci dalam batang tubuh bagian dari RUU Sisidiknas tersebut.

Nantinya madrasah dan satuan Pendidikan lain, kata Nadiem, tidak lagi diatur lewat pasal dan ayat seperti di UU sebelumnya.

"Yang kami lakukan adalah memberikan fleksibilitas agar penamaan bentuk satuan pendidikan, baik untuk sekolah maupun madrasah, tidak diikat di tingkat undang-undang," kata Nadiem.

Satuan Pendidikan yang dimaksud Nadiem adalah soal penamaan seperti SD/MI, MTS/SMP, MA/SMA/SMK di level penjelasan agar menurutnya lebih dinamis dan fleksibel.

Nadiem juga menjelaskan bahwa selama ini selalu berkoordinasi dengan lembaga terkait aturan, apalagi terkait dengan sistem Pendidikan di bawah Kementerian Agama.

“Kemendikbudristek telah dan akan terus berkolaborasi dengan Kementerian Agama untuk mengakselerasi kualitas pendidikan di Indonesia, termasuk selama proses revisi RUU Sisdiknas,” ujarnya.

Kepala Desa Kompak Dukung Presiden Jokowi 3 Periode usai Dapat Jatah 3 Persen Dana Desa

Penjelasan Menag Yaqut

Pada kesempatan bertemu dengan Nadiem Makarim tersebut, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga menyebutkan bahwa madrasah, pesantren dan satuan pendidikan lain akan tetap diatur dalam RUU Sisdiknas.

"Nomenklatur madrasah dan pesantren masuk dalam pasal dan batang tubuh dan pasal-pasal di RUU Sisdiknas," kata Yaqut.

Ia bahkan menyebut, RUU Sisdiknas akan memberikan perhatian yang kuat pada eksistensi madrasah dan pesantren.

Apalagi, terang Yaqut, selama ini pihaknya sejak awal RUU Sisdiknas sudah berkordinasi dengan Menteri Nadiem dan pihak Kemendikbudristek.

"Saya yakin dengan mengusung kemerdekaan dan fleksibilitas akan meningkat mutu pendidikan dan kualitas sistem pendidikan kita makin membaik di masa depan," kata Yaqut.

(*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved