Ramadhan Kareem

Hukum Berpuasa Ramadhan tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan Tahun Sebelumnya

Hukum berpuasa tapi masih punya hutang puasa yang belum di tahun sebelumnya bagi umat Islam.

Editor: Rizky Zulham
PRAKASH MATHEMA / AFP
Ilustrasi - Hukum Berpuasa Ramadhan tapi Masih Punya Utang Puasa Tahun Sebelumnya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hukum berpuasa tapi masih punya hutang puasa yang belum di tahun sebelumnya bagi umat Islam.

Puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap umat Muslim. Perintah puasa sendiri telah termaktub dalam Surat Al Baqarah ayat 183.

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa."

Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seorang Muslim tak bisa melaksanakan kewajiban itu, seperti perempuan yang sedang berada dalam masa haid dan nifas (darah yang keluar setelah melahirkan).

Nantinya mereka diwajibkan untuk mengganti utang puasa di hari-hari biasa setelah Ramadhan.

Hukum Makan Sahur saat Puasa Ramadhan Apakah Wajib?

Lantas, bagaimana jika seseorang masih memiliki utang puasa dan sudah memasuki bulan Ramadhan berikutnya?

Dosen Fakultas Syariah Universitas Darussalam Gontor Dr Mulyono Jamal mengatakan kewajiban mengganti (qadha) puasa tersebut tetap ada dan tidak gugur.

"Bahwa meng-qadha sejumlah hari yang ditinggalkan itu tetap ada," kata Mulyono yang dilansir dari Kompas.com, Rabu 23 Maret 2022.

Kewajiban tambahan

Menurutnya, jika telah memasuki bulan Ramadhan berikutnya dan belum mengganti puasa, maka ada kewajiban tambahan, yaitu kafarat (denda) sebanyak setengah sha makanan pokok per hari yang ditinggalkan kepada fakir miskin.

Terkait ukuran satu sha, ada perbedaan pendapat di antara para ulama, tetapi ukuran satu sha menurut madzab Syafi'i adalah 2,75 kilogram. Jika tak mampu, maka kewajiban untuk membayar kafarat tersebut gugur.

Hukum Puasa Tapi Marah-marah dan Bertengkar Termasuk Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan?

"Tentang ketidakmampuan bayar kafarat, ya gugur kewajibannya, tidak ada alternatif lain," jelas dia.

Hal tersebut seperti kisah sahabat yang terkena kafarat 60 sha pengganti puasa dua bulan berturut-turut.

Menurut Mulyono, ketika sahabat tersebut membagikan kafarat kepada fakir miskin, ia tak bisa menemukannya karena tak ada orang yang lebih miskin darinya.

"Akhirnya oleh Rasulullah barang itu diberikan kepadanya," kata Mulyono.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sudah Memasuki Ramadhan, Bagaimana jika Masih Memiliki Utang Puasa Tahun Lalu?"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved