Sejarah Jamu di Indonesia ! Jamu Diajukan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Milik Indonesia ke UNESCO

Kemendikbud Ristek telah mengumumkan enam WBTB milik Indonesia yang akan diajukan ke UNESCO pada 2022. Satu diantaranya adalah jamu.

Editor: Jimmi Abraham
KOMPAS.COM/Shutterstock/Odua Images
Ilustrasi peracik jamu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kemendikbud Ristek telah mengumumkan enam WBTB milik Indonesia yang akan diajukan ke UNESCO pada 2022. Satu diantaranya adalah jamu.

Tim Kerja Nominasi Budaya Sehat Jamu bersama Gabungan Pengusaha (GP) mengajukan dokumen nominasi jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) milik Indonesia ke Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek)Minggu 13 Maret 2022.

Dokumen tersebut digunakan untuk melengkapi syarat yang ditetapkan oleh UNESCO bagi negara yang hendak mengajukan WBTB ke UNESCO.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa 15 Maret 2022, peneliti Erwin J Skripsiadi yang mewakili Ketua Tim Kerja Nominasi Budaya Sehat Jamu mengatakan, pihaknya telah melakukan penelitian jamu dalam ranah budaya untuk keperluan pengajuan WBTB ke UNESCO.

(Update berita nasional, internasional dan regional menarik lainnya disini)

Jadwal Magrib Hari Waktu Buka Puasa Nisfu Syaban Jumat 18 Maret 2022

Sejarah jamu di Indonesia

Dilansir dari sumber yang sama, Konsultan Penelitian dan Penulis Dokumen ICH-02 Gaura Mancacaritadipura mengatakan, jamu telah menjadi WBTB dalam bentuk obat yang dimiliki bangsa Indonesia sejak lebih dari 1.200 tahun lalu.

Oleh karena itu, jamu dianggap dapat menjadi sumbangsih bangsa Indonesia untuk kesehatan dunia, terutama di masa pandemi Covid-19.

"Ini adalah sumbangsih bangsa Indonesia pada kesehatan dunia, sesuatu yang luar biasa di tengah zaman sekarang dengan banyaknya penyakit. Indonesia telah berusaha berbuat baik. Tentu saja ini harapan kita semua," kata Gaura.

Lantas bagaimana sejarah jamu di Indoensia?

Kerajaan Mataram

Kata Jamu berasal dari dua kata, yaitu “Djampi” dan “Oesodo”.

Kedua kata tersebut bermakna obat atau kesehatan dan doa.

Penelitian yang dilakukan oleh Deby Lia Isnawati dan Sumarno dari Universitas Negeri Surabaya mencatat, pengetahuan tentang ilmu kesehatan di Indonesia sudah mulai terlihat sejak masa klasik, tepatnya pada periode Kerajaan Hindu dan Buddha.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved