Nikmati Kuliner Lawas Kue Laba-Laba, Kue Paling Hits Sejak Tahun 90an di Pontianak

Memang sulit mencari penjual Kue Laba-Laba ini di jaman sekarang. Namun, ketika bertemu, pasti ingin sekali membeli kue ini.

Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Faiz Iqbal Maulid
Jajanan Kue Laba-Laba legendaris sejak tahun 1992, Kue favorit anak tahun 90an 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bicara soal kuliner lawas, tidak jauh dari Kue Laba-Laba. Wajar saja, kuliner legenda yang dijuluki kue Spiderman ni paling banyak digemari anak tahun 90an.

Kue unik ini pertama kali muncul pada tahun 1992. Bentuk pertama dari kue ini kala itu terinspirasi dari karakter dari Marvel yaitu Spiderman. Oleh karena itu nama dari kue ini adalah kue laba-laba, sebab bentuk kue ini menyerupai jaring laba-laba.

Memang sulit mencari penjual Kue Laba-Laba ini di jaman sekarang. Namun, ketika bertemu, pasti ingin sekali membeli kue ini.

Kue Laba-Laba dibuat dengan bahan tepung terigu, telur, dan susu. Ketiga bahan tersebut kemudian dicampurkan dan diaduk hingga rata. 

Resep Kue Ape Warna Hijau Asal Betawi Masih Jadi Jajanan Pasar Paling Diminati

Adonan yang sudah rata kemudian dimasukkan ke botol yang tutupnya dilubangi agar ketika dituang membentuk garis.

Setelah itu, adonan yang berada di botol tersebut dituang ke cetakan yang memiliki empat takaran berbentuk bulat dan tunggu sekitar 5 menit hingga matang.

Kue lalu diangkat dan langsung disajikan di dalam kertas minyak.

Uniknya lagi, kue ini bisa dibuat dalam berbagai kreasi, tidak hanya bentuk jaring laba-laba namun juga bentuk lain seperti bintang, bola, hingga berbagai macam karakter superhero. 

Pembeli juga dapat meminta agar kue yang dipesan dibentuk sesuai keinginan.

Hingga saat ini, Kue Laba-Laba sudah mendapat banyak inovasi, mulai dari adonan rasa pandan hingga topping yang ditambahkan di atasnya  Untuk harga, jajanan legenda ini dijual seharga Rp 5 ribu per porsi. 

Beberapa penjual ada yang menjual dalam varian kecil seharga Rp 1 ribu per satuannya.

Salah satu penjual Kue Laba-Laba di Pontianak, Sugianto (52) mengatakan kue Laba-Laba ini tidak pernah sepi pelanggan. Ia mengaku selalu mendapat untung lebih setiap harinya.

"Sehari pasti habis, kadang saya bawa lebih soalnya banyak yang beli, dulu sering pindah-pindah banyak yang marah karena susah carinya," kata Sugianto kepada Tribun Pontianak, Rabu 16 Maret 22.

Sugianto juga menambahkan kalau ia sudah berjualan sejak tahun 1998. Sebanyak 60 porsi bisa ia jual setiap harinya.

"50-60 porsi biasanya, dari pagi sampai sore, mangkalnya di depan sekolah Santo Petrus soalnya ramai yang datang kesini," tambahnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved