Cornelis Ajak Masyarakat Menjaga Ketahanan Pangan dengan Rajin Menanam

Cornelis menyampaikan bahwa dirinya tidak akan berhenti sampai disini untuk menghimbau masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kalimantan Barat, unt

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Tim Rilis Drs Conelis MH
Anggota DPR RI Drs Conelis MH saat hadir pada kegiatan jurnalistik untuk para kepala OPD Kabupaten Landak yang diselenggarakan oleh Tribun Pontianak 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Pangan adalah kebutuhan dasar bagi keberlanjutan hidup kita manusia, yang jika tidak tersedia di dalam kehidupan manusia dapat menciptakan kondisi yang mengancam kehidupan.

Hal ini salah satu materi yang disampaikan oleh Anggota DPR RI Komisi II, Badan Anggaran dan Tim pengawas DPR RI Bidang Pengawasan Perbatasan Fraksi PDI Perjuangan Dapil Kalimantan Barat 1 Drs Cornelis MH.

Dalam rangka kunjungan kerja reses perseorangan masa persidangan III tahun sidang 2021-2022 ke daerah pemilihan beberapa waktu yang lalu.

Cornelis menyampaikan bahwa dirinya tidak akan berhenti sampai disini untuk menghimbau masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kalimantan Barat, untuk terus menerus menanam tanaman pangan demi menjaga ketahanan pangan Indonesia.

Desa Pahauman Kabupaten Landak Menggelar Penjaringan dan Penyaringan Calon Kadus

"Jadi apa yang bisa ditanam untuk menjaga ketahanan pangan tanamlah, banyak tanaman yang bisa kita tanam untuk menjaga ketahanan pangan tersebut," ujar Cornelis melalui rilis yang diterima Tribun pada Kamis 17 Maret 2022.

Lebih lanjut Cornelis mengatakan, dengan menanam tanaman pangan agar masyarakat Indonesia tidak kekurangan cadangan makanan pangan, minimal bisa mencukupi lingkungan keluarga, maka teruslah menanam pangan demi menjaga ketahanan pangan Indonesia.

"Dengan menjaga ketahanan pangan dan ketersediaan pangan didalam keluarga, secara tidak langsung kita mengatasi permasalahan stunting yang saat ini masih menjadi persoalan kita di Indonesia ini. Kenapa demikian, karena ketersediaan pangan didalam keluarga itu tidak tersedia secara utuh," terang Cornelis.

Adanya ketersediaan pangan yang beraneka macam didalam keluarga sambung Cornelis, dapat memberikan asupan gizi seimbang yang dibutuhkan oleh Anak-anak dalam masa pertumbuhan, sehingga pertumbuhan anak-anak tidak dikatakan stunting.

"Stunting adalah gangguan pertumbuhan di mana anak tidak tumbuh tinggi seperti anak usianya biasa juga dikatakan kerdil akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang. Anak mungkin juga memiliki tubuh kurus (wasting) atau perkembangan tubuhnya tidak sesuai dengan normal, maka dari itu lah ketersediaan pangan yang bergizi dan beraneka macam yang dikonsumsi didalam keluarga, dapat mengatasi permasalah stunting," bener Cornelis.

Cornelis menyampaikan bahwa ketersediaan pangan yang bergizi serta beraneka macam dalam keluarga dan permasalahan stunting ini sangat berkaitan erat, bagaimana tidak. Jika ketersediaan pangan tidak seimbang dan tidak tercukupi dapat mengancam keberlangsungan hidup.

"Selain itu lingkungan rumah juga harus dalam keadaan bersih. stunting tak hanya dipicu asupan gizi yang tidak mencukupi, tetapi juga sanitasi yang buruk. Sanitasi yang buruk bukan hanya sekadar perilaku BAB sembarangan, tetapi juga jamban dengan septic tank yang tidak disedot dengan baik secara rutin. Hal tersebut memungkinkan terjadinya kebocoran yang dapat mencemari air tanah," tutup Cornelis. (*)

[Update Informasi Seputar Kabupaten Landak]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved