Pelempar Botol ke Ambulans di Singkawang Merupakan Seorang Dokter di Pemangkat

Menurut informasi yang ia dapatkan dari pelaku, kala itu pelaku kesal lantaran mobil ambulans yang dikendarai oleh Harso menyerempet mobilnya.

Tayang:
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rizki Kurnia
Korban yang merupakan Sopir Ambulan Harso (dua dari kiri) bersama pelaku bernisial EK (tiga dari kiri) menyepakati perdamaian atas persoalan antara keduanya. Selasa 15 Maret 2022. /Rizki Kurnia 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Persoalan antara pengemudi ambulan dengan pelaku pelembaran botol berinisial EK, yang terjadi di Kota Singkawang hingga sempat viral di media sosial facebook, pada Senin 14 Maret kemarin, berakhir damai.

Kesepakatan damai antara kedua pihak tersebut dilakukan di Mapolres Singkawang, dengan menandatangi surat perjanjian damai di hadapan pihak Kepolisian pada Selasa 15 Maret 2022.

Belakangan diketahui, pelaku berinisial EK tersebut merupakan seorang dokter di Pemangkat, Kabupaten Sambas.

Namun, saat dikonfirmasi oleh awak media di Mapolres Singkawang usai mediasi, dirinya enggan berkomentar dan bergegas meninggalkan awak media.

Warga Lempar Botol ke Ambulans Bawa Pasien Kritis di Singkawang, Ketua PDAK Akui Sakit Hati

Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo melalui Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP David Dino menerangkan, pelaku telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada korban.

Menurut informasi yang ia dapatkan dari pelaku, kala itu pelaku kesal lantaran mobil ambulans yang dikendarai oleh Harso menyerempet mobilnya.

"Dia mengatakan sempat terserempet, jadi pelaku sempat emosi hingga terjadi kejar-kejaran setelah itu," kata AKP David Dino, Selasa 15 Maret 2022.

Namun, penyataan tersebut dibantah oleh sopir ambulan Harso setelah dikonfirmasi awak media.

Dari pengakuan Harso kepada awak media, tidak terjadi penyerempetan. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak adanya bekas goresan ataupun kerusakan dibagian mobil ambulan yang ia kendarainya.

Namun, Harso mengakui sempat emosi saat pelaku melakukan aksi zig zag usai menyalip mobil ambulan yang dia kendaraai, hingga membuatnya kesulitan menyalip mobil pelaku.

"Terserempet si ndak, cuma ada usaha dari pelaku melakukan zig zag untuk menghalangi, jadi saya banting setir. Setelah terprovokasi, saya ikut balas," katanya. (*)

(Simak berita terbaru dari Singkawang)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved