Kalender Kalbar 2022

Calender Of Event Kalbar Diluncurkan, Harapkan Potensi Hutan Mangrove Dikembangkan

Hal tersebut dalam rangka sinergi program Pengembangan Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif serta Promosi Pariwisata di Kalimantan Barat.

Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Dok. Prokopim Pemkab Mempawah
Acara peluncuran Calender of Event Kalbar 2022 yang digelar di Hotel Mercure Pontianak, Rabu 9 Maret 2022 malam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menghadiri peluncuran Calender of Event Kalbar 2022, yang diluncurkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, di Hotel Mercure Pontianak, Rabu 9 Maret 2022 malam.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, serta kepala Daerah baik Bupati/Wakil Bupati, Wali Kota/Wakil Wali Kota se Kalbar.

Hal tersebut dalam rangka sinergi program Pengembangan Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif serta Promosi Pariwisata di Kalimantan Barat.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menjelaskan saat ini Provinsi Kalimantan Barat memiliki 446 tempat wisata yang berpotensi untuk dikembangkan, baik wisata alam, wisata budaya, maupun wisata kuliner.

Kunker ke Desa Sungai Kupah, Sandiaga Uno: Tingkatkan Infrastruktur Wisata Guna Bangkitkan Ekonomi 

"Hanya saja, selain infrastruktur, kita juga masih lemah dari segi promosi. Untuk itu, kami sangat mengharapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bisa membantu mempromosikan agar bisa menyerap wisatawan nasional maupun manca negara," harap Sutarmidji, Kamis 10 Maret 2022.

Tak hanya wisata alam saja, Kalbar memiliki keunikan dan kekayaan lainnya, seperti adat istiadat dan budaya.

“Masyarakat Kalbar sangat heterogen dengan akar budaya yang masih asli dan sangat kuat. Itu bisa menjadi modal dasar Kalbar untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Gubernur.

Sutarmidji yakin dan optimis sektor pariwisata akan menopang ekonomi Kalbar maupun Indonesia kedepannya.

Bahkan Gubernur memiliki obsesi untuk wisata alam di Kalbar, seperti pengembangan wisata mangrove seluas-luasnya.

“Kalau bisa, seluruh daerah di Kalbar ada wisata mangrove, kemudian membuat aplikasi untuk mencatat mangrove dan menjadi andalan PAD kedepan. Hutan mangrove di Kalbar sangat luas. Kita akan mulai menghimpun data mangrove dalam sebuah aplikasi agar perkembangannya bisa diketahui setiap waktu,” tuturnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Mempawah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved