Seharian Dilanda Hujan, Didik Sudarmanto Bersyukur Mempawah Hari Ini Zero Hotspot

Selain itu juga karena kesigapan anggota gabungan tim pemadam di lapangan yang tetap kompak memadamkan api dan melakukan pendinginan di lokasi karhutl

Penulis: Ramadhan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUN PONTIANAK/ Ramadhan
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto, mengatakan bahwa saat ini titik panas (hotspot) ataupun titik karhutla di Kabupaten Mempawah sudah tidak ada lagi, yakni Zero Hotspot.

Hal ini juga dikarenakan adanya hujan yang turun hampir seharian penuh pada Minggu 6 Maret 2022 kemarin.

Selain itu juga karena kesigapan anggota gabungan tim pemadam di lapangan yang tetap kompak memadamkan api dan melakukan pendinginan di lokasi karhutla.

Jadwal Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Mempawah Timur di Bulan Maret 2022

"Alhamdulillah sekarang Kabupaten Mempawah sudah zero titik panas atau zero hotspot, walaupun hujan tidak merata di berbagai titik di wilayah Kabupaten Mempawah, namun berdasarkan data yang kita peroleh Kabupaten kita sudah aman," terangnya kepada Tribun, Senin 7 Maret 2022.

"Kalau untuk status Kabupaten Mempawah, dari mulai kemarin data sore Mempawah sudah masuk zero hotspot, hingga data pagi ini masih terpantau zero hotspot," terangnya lagi.

Dirinya juga menegaskan, berdasarkan pantauan BPBD, untuk saat ini memang sudah tidak ada lagi titik api.

"Beberapa titik kemaren yang sempat terjadi kebakaran lahan, sekarang ini sudah tidak ada lagi titik api," tegasnya.

Dirinya juga menyebutkan, meski demikian, bentuk sosialisasi terhadap masyarakat terus gencar dilakukan.

"Sekarang kita tetap fokus kepada sosialisasi-sosialisasi, selain itu juga anggota kita tetap siaga, apabila ada mendapat laporan titik api maka kita akan bergegas ke lapangan," katanya.

Dirinya juga menyebutkan, walau sekitar dua hari ini sudah terjadi hujan, tetapi dirinya tetap menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

"Harapan kita tetap agar masyarakat patuh jaga lingkungan dan jangan sampai membakar lahan apalagi di lahan gambut," terangnya.

Terkait kerugian dan total lahan yang terbakar, BPBD masih belum bisa memastikan, sebab data di tiap-tiap wilayah belum sepenuhnya terkumpul.

"Jadi kita masih koordinasi dengan KPH, dan Manggala Agni, serta tim lainnya terkait data keseluruhan berapa luas yang terbakar. Karena ada juga beberapa titik wilayah yang kita (BPBD) tidak bisa hadir ke lokasi karena kurangnya personil," ungkapnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kabupaten Mempawah]

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved