Terlibat Keributan di Lapangan, Agus Akhyar Pemain Persipon Legend dan Wasit Yendra Sepakat Berdamai

Kesepakatan damai antara keduanya setelah melakukan mediasi di Polsek Pontianak Selatan yang dilanjutkan mediasi di Sekretariat PSSI di Stadion Sultan

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Kesepakatan Damai antara Agus Ahyar pemain Persipon Legend dan Yendra yang merupakan wasit, kesepakatan damai ini setelah dilaksanakan mediasi di Polsek Pontianak Selatan dan dilanjutkan di Sekretariat PSSI Kalbar. Sabtu 5 Maret 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Setelah sempat terlibat keributan dengan wasit dilapangan saat pertandingan sepak bola persabahatan antara  TIm Persipon Legend VS ASN Prov Kalbar, Agus Ahyar pemain Persipon Legend dan Yendra yang merupakan wasit sepakat berdamai.

Kesepakatan damai antara keduanya setelah melakukan mediasi di Polsek Pontianak Selatan yang dilanjutkan mediasi di Sekretariat PSSI di Stadion Sultan Syarif Abdurahman, Sabtu 5 maret 2022.

Pada kesepatakan damai itu juga dihadiri langsung oleh Ketua Komite Wasit, Asprov Kalbar, Koordinator Wasit PSSI Kota Pontianak, Ketua Persipon Legend, dan Asprov PSSI Kalbar Bidang Pertandingan.

Kadis Lingkungan Hidup Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Agar Kota Pontianak Nyaman dan Bersih

Dalam surat kesepakatan damai kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan keributan yang terjadi pada pertandingan yang dilangsungkan pada 4 maret 2022 di Stadion SSA secara kekeluargaan.

Agus Akhyar telah mengakui kesalahannya dan tidak akan mengulangi perbuatannya, apabila hal tersebut terjadi lagi maka dirinya siap dituntut dengan hukum yang berlaku.

Kedua belah pihak pun sepakat untuk tidak saling dendam dan akan menjaga kondusifitas lingkungan. Agus Akhyar secara pribadi mengatakan bahwa dirinya meminta maaf atas perbuatannya, dan berjanji akan berubah.

''Saya secara pribadi minta maaf kepada Komisi Wasit, terus terang saya juga malu, dan saya akan berubah,"Ujar Agus Ahyar.

Lalu, Yendra, selaku wasit yang menjadi korban menyampaikan bahwa dirinya sudah memafkan dan menyerahkan seluruh keputusan kepada Komite Wasit.

Kemudian, Melki Hutumessen, Ketua Komite Wasit Asprov Kalbar pada mediasi ini pun memutuskan untuk sementara waktu, bila Agus menjadi salah satu pemain dari tim yang akan bermain, maka maka wasit tidak diperkenankan memimpin pertandingan.

"Bila Agus menjadi pemain, kalian(wasit) jangan pimpin pertandingan sementara, sampai ada keputusan, semua wasit jangan main - main, sementara bila pimpin pertandingan dia (Agus) ada main, kamu yang akan kami sanksi semua, tanpa terkecuali, itu saja, sementara tidak begitu lama, kalau kamu pimpin kamu yang akan skor,''tegasnya.

Selanjutnya, Frans, Asprov PSSI Kalbar Bidang Pertandingan berharap kejadian ini tidak terulang lagi dikemudian hari.

"jadi masalah ini pada prinsipnya kita dapat selesaikan secara kekeluargaan, agar kedepan kita lebih solid dan lebih baik, seperti yang dicanangkan PSSI ialah Bersahabat, jadi Salam Sepak Bola Bersahabat,''tuturnya.

Kemudian Lely, Ketua Tim Persipon Legend meminta maaf kepada wasit yang memimpin pertandingan, dan berjanji tidak akan mengulangi hal itu lagi.

Iapun sangat mengapresiasi atas mediasi yang dilaksanakan oleh pihak Asosiasi dari Provinsi Kalbar.

"sekali saya minta maaf dari pihak pengurus tim karena salah satu pemain kami Agus hilang kontrol, sekali lagi minta maaf,'' tuturnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved