Suhu di Kota Pontianak Diatas 30 Derajat, Edi Rusdi Kamtono Minta Warga Tak Bakar Lahan

Edi mengajak semua stakeholder untuk menjaga agar tidak sampai menimbulkan kebakaran, jikapun misalnya ada kebakaran, maka harus cepat dipadamkan.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta kepada warga agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Hal tersebut, ia sampaikan karena saat ini cuaca di Kota Pontianak sudah memasuki musim kemarau, bahkan kata Edi, suhu panas di Kota Pontianak saat ini sudah diatas 30 derajat sehingga berdampak pada kekeringan dan kebakaran lahan.

"Ada beberapa titik-titik yang sudah kita pantau kita tidak menginginkan kebakaran lebih meluas yang menimbulkan asap," ungkapnya, Selasa 1 Februari 2022.

"Saya juga perintahkan Camat, Lurah, RT, RW, terutama yang di lahan-lahan gambut untuk waspada dan kepada masyarakat saya minta jangan membakar dulu, termasuk untuk membuat perumahan apalagi perumahan, serta bagi yang ingin membuka lahan agar jangan sampai membakar, karena akan berdampak luas dan tidak terkendali," pintanya.

BPBD Pontianak Sebut Keterbatasan Sumber Air Sulitkan Pemadaman Kebakaran Lahan di Sejumlah Titik

Edi mengajak semua stakeholder untuk menjaga agar tidak sampai menimbulkan kebakaran, jikapun misalnya ada kebakaran, maka harus cepat dipadamkan.

Adapun lokasi rawan kebakaran lahan di Kota Pontianak Kalimantan Barat, terdapat tiga wilayah seperti di Kecamatan Pontianak Utara, Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara, masing-masing diperbatasan Kota dengan kabupaten lain seperti Perbatasan Kubu Raya dan Mempawah karena di kawasan itu merupakan lahan gambut yang tentunya sangat rawan terhadap kebakaran lahan jika di musim kemarau.

Peristiwa kebakaran lahan ini, kata Edi, terjadi dalam setiap tahunnya. "Pemetaan kita lakukan setiap tahun, kalau musim kemarau, pasti masalahnya kebakaran lahan asap karena kekeringan," ucapnya.

Untuk itu, pihaknya terus gencar melakukan  sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar, baik melalui media maupun secara langsung ke tingkat RT RW untuk turun memonitor.

"Bahkan saya minta BPDB dan Lurah juga piket untuk menjelaskan ke warganya. Jika ada asap kelihatan langsung padamkan dan ingatkan ke warga agar jangan membakar," terangnya.

Selain edukasi tersebut, upaya yang dilakukan oleh pihaknya ialah, menjaga sumber-sumber air agar tetap terkontrol, seperti parit-parit yang ada di kawasan rawan kebakaran harus dijaga supaya mudah untuk memadamkan jika terjadi kebakaran.

"Kalau cuaca kemarau hampir satu sampai dua minggu, maka akan mudah terjadi kebakaran. Maka kita himbau masyarakat agar tidak membakar lahan atau sampah di lahan gambut dan bagi yang ingin membuka lahan, tidak dengan membakar," ungkapnya.

Kemudian, dirinya juga meminta kepada warga yang memiliki lahan luas agar ikut serta mengontrol, serta dijaga agar tidak sampai terjadi kebakaran. 

Sejauh ini, Edi menyebut sudah ada di beberapa titik yang terjadi kebakaran lahan, seperti di gang Flora Pontianak Utara yang langsung dilakukan pemadaman. Kemudian di Pontianak Selatan di Paris ujung. 

"Informasi yang didapat sumber apinya dari sampah. Kalau sudah kemarau seperti ini jangankan sampah dibakar, putung rokok saja yang dibakar pasti merembet dan menyebabkan kebakaran," tukasnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved