Healthy Life Cara Cegah Penularan Penyakit Demam Berdarah

Ia menyebut, untuk kasus DBD di Kota Pontianak peningkatan di akhir bulan Desember 2021 kemarin. Sepanjang 2021 lalu kasus DBD Dengue sebanyak 16 oran

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menyampaikan, bahwa kasus Deman Berdarah (DBD) di Kota Pontianak Kalimantan Barat dalam setiap harinya masih selalu ditemukan.

Sebagaimana diketahui, bahwa DBD ini merupakan penyakit virus yang berbasis lingkungan yang penularannya melalui nyamuk Aedes Aegypti dalam tiga kategori yakni DBD Dengue, Demam Dengue, dan Suspek DBD yang sering terjadi di daerah tropis dan subtropis.

Ia menyebut, untuk kasus DBD di Kota Pontianak peningkatan di akhir bulan Desember 2021 kemarin. Sepanjang 2021 lalu kasus DBD Dengue sebanyak 16 orang, demam Dengue 34 orang, dan suspek DBD sebanyak 141 orang, serta nol angka kematian.

Update Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kota Pontianak dan Kendala yang Dihadapi

Kemudian, pada Februari 2022 ini, untuk kasus DBD masih belum menunjukkan kenaikan yang signifikan dan masih bisa ditangani di rumah sakit-rumah sakit.

"DBD inikan endemis, artinya setiap saat itu pasti ada tapi memang kita tidak mengharapkan ada kenaikan," ujarnya.

Walaupun tidak terjadi kenaikan, namun Kadiskes tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada.

Adapun langkah-langkah upaya pencegahan ataupun antisipasi yang dapat dilakukan ialah dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih dan menerapkan 3M yaitu Menguras, menutup dan mengubur.

Karena memang, kata Handanu, terjadinya DBD ini disebabkan oleh lingkungan yang tidak bersih, seperti ia contohkan halaman yang kotor lupa dibersihkan sehingga banyak sampah yang berserakan.

Selain itu, yang juga menjadi tempat mengandung virus DBD ialah air tawar yang terbuka dan kotor yang tidak dikuras sehingga menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

"Maka kebersihan lingkungan ini sangat penting dilakukan. Karena memang yang menjadi kuncinya untuk mengendalikan tingkat kepadatan nyamauk itu dengan cara 3M menguras, menutup dan mengubur," katanya.

Kemudian, selalu memonitor tempat penampungan air, kalau perlu dikasi abete dan minta   petunjuk ke puskesmas agar bisa taburi di tempat-temlat penampungan di tempat air agar tidak ditempati jentik-jentik nyamuk.

Adapun gejala DBD yang perlu diketahui ialah seperti kemunculan bintik-bintik merah pada kulit, gusi berdarah, batuk, nyeri sendi, sakit kepala, demam tinggi, demam secara mendadak dan terus menerus selama 2 hari bahkan sampai 7 hari, badan terasa lemes. Sedangkan pada bayi bisa menimbulkan kejang-kejang.

Jika memiliki gejala seperti ini segera konsultasi ke dokter agar dapat diatasi dan diobati dengan baik. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved