400 Mahasiwa Terancam Jadi Tersangka Korupsi Beasiswa, Baru 38 Mahasiswa Kembalikan Uang Beasiswa

Sebanyak 38 mahasiswa mengembalikan uang yang diduga hasil korupsi beasiswa. Total jumlah pengembalian uang beasiswa tersebut mencapai Rp 446,6 juta.

freepik.com
Isometrik korupsi termasuk ikon yang melambangkan pencucian penyuapan penggelapan hakim korup dan politisi korup. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sedikitnya 400 mahasiswa terancam menjadi tersangka kasus dugaan korupsi beasiswa.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh mengusut dugaan tindak pidana korupsi beasiswa Pemerintah Aceh tahun anggaran 2017 dengan nilai mencapai Rp22,3 miliar.

Anggaran beasiswa tersebut ditempatkan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Aceh.

Beasiswa tersebut disalurkan kepada 803 penerima.

Berdasarkan hasil penyidikan, ada 400 mahasiswa berpotensi menjadi tersangka karena mereka menerima beasiswa, tetapi tidak memenuhi syarat sebagai penerima.

Mereka mengetahui dirinya tidak memenuhi syarat sebagai penerima beasiswa.

Polres Kubu Raya Tetapkan Tersangka Mantan Kades Sungai Bulan Kasus Perkara Korupsi Dana APBDES

38 Mahasiswa Kembalikan Uang Beasiswa

Sebanyak 38 mahasiswa mengembalikan uang yang diduga hasil korupsi beasiswa.

Total jumlah pengembalian uang beasiswa tersebut mencapai Rp 446,6 juta.

Pihak kepolisian menyebut sebanyak 400 mahasiswa berpotensi jadi tersangka karena telah menerima beasiswa meskipun mereka tahu, tidak memenuhi syarat untuk menerimanya.

Pengembalian uang negara tersebut diterima Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Polda Aceh, Sabtu 19 Februari 2022.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan uang tersebut dikembalikan oleh 38 mahasiswa penerima beasiswa serta seorang koordinator lapangan.

"Total pengembalian uang beasiswa dari 38 mahasiswa tersebut sebanyak Rp254,4 juta. Sedangkan dari koordinator lapangan sebanyak Rp192,2. Jadi, total pengembalian kerugian negara Rp446,6 juta," katanya disadur dari kompas.tv, Sabtu, 19 Februari 2022.

Winardy mengatakan penanganan kasus dugaan korupsi tersebut masih berproses dan tinggal menunggu penetapan tersangka setelah gelar perkara yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved