Minimalisir Gangguan Akibat Kawat Layangan, PLN UP3 Singkawang Paralonisasi Kabel

Manager PLN UP3 Singkawang, Achmad Meidiansyah menerangkan, paralonisasi tersebut merupakan upaya peningkatan keandalan jaringan listrik, khususnya da

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Dok. PLN UP3 Singkawang
Petugas PLN UP3 Singkawang lakukan paralonisasi kabel di berberapa titik rawan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Jumat 18 Februari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - PLN UP3 Singkawang lakukan paralonisasi atau pemasangan isolasi kabel Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20kV dengan pipa peralon untuk penyulang Siaga, Suhada dan Kartini di Kota Singkawang pada Jumat 18 Februari 2022.

Manager PLN UP3 Singkawang, Achmad Meidiansyah menerangkan, paralonisasi tersebut merupakan upaya peningkatan keandalan jaringan listrik, khususnya dalam meminimalisir gangguan listrik akibat kawat layang-layang.

"Hal ini kami lakukan dengan tujuan untuk meminimalisir gangguan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM), terutama akibat kawat layang-layang, sehingga pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjaga," ujar Meidiansyah, Jumat 18 Februari 2022.

Minimalisir Gangguan Listrik Akibat Layangan, Ini yang Dilakukan PLN UP3 Singkawang

Pada bulan Januari lalu, lanjut Medidiansyah, sebanyak 53 persen gangguan yang terjadi pada SUTM disebabkan oleh kawat layang-layang.

Oleh sebab itu, pihaknya berinisiatif untuk segera melakukan program paralonisasi di lokasi yang rawan gangguan akibat layang-layang.  

"Paralonisasi yang kami lakukan pada penyulang Siaga dan Suhada sepanjang 1,25 kms, di Jalan Pramuka hingga Jalan Rawasari dan paralonisasi penyulang Kartini sepanjang 0,5 kms di Jalan Veteran," jelasnya.

Ia berharap, dengan dilakukannya paralonisasi dibeberapa titik rawan ini dapat menurunkan jumlah gangguan. 

Lebih lanjut, Meidiansyah juga menghimbau kepada masyarakat untuk  lebih peduli dan berpartisipasi dalam menjaga keandalan pasokan listrik, salah satunya dengan tidak bermain layang-layang apalagi dengan menggunakan kawat.

"Listrik ini milik kita bersama karena kita juga yang menikmatinya. Sekeras apapun upaya yang telah kami lakukan tentunya tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan masyarakat," tukasnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Singkawang]

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved