Pertunjukan Musik Tradisional Tionghoa, Cara PPCI Lestarikan Seni dan Tarik Wisatawan

Sejumlah remaja putra dan putri dan bersama pria dewasa menggunakan pakaian khas masyarakat Tionghoa terlihat asik memainkan berbagai lagu di lorong

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pertunjukkan musik tradisional Tionghoa di destinasi wisata PPCI Pecinan Pontianak Gang Gajahmada 9, Jalan Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu 12 Februari 2022. Pertunjukkan ini dibuat dalam rangka perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang dibuat secara sederhana. 

TRIBUNPONTIANAKCO.ID,PONTIANAK - Dalam upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kota Pontianak, Pecinan Pontianak Chinatown Indonesia (PPCI) mengadakan pertunjukan musik khas tradisional khas Tionghoa.

Bertempat di Gang Gajah Mada 9, Jalan Gajah Mada Pontianak, PPCI menggandeng tim musik tradisional dari  Yayasan Kuning Agung untuk membuat orkes mini dengan mempertunjukan musik tradisional khas Tionghoa.

Sejumlah remaja putra dan putri dan bersama pria dewasa menggunakan pakaian khas masyarakat Tionghoa terlihat asik memainkan berbagai lagu di lorong gang yang dindingnya penuh dengan mural bertemakan kesenian tradisional Tionghoa seperti permainan naga dan barongsai.

Tim Musik Tradisional Yayasan Kuning Agung, Pelestari Musik Tradisional Khas Tionghoa Pontianak.

Layaknya sebuah orkestra, Lantunan lagu dari perpaduan alat musik yang terlihat asing bagi sejumlah kalangan mengundang decak kagum setiap warga yang melintasinya.

Sekira 60 menit, tim kesenian musik tradisional khas masyarakat Tionghoa dari Yayasan Kuning Agung menghibur masyarakat sekitar.

Herfin Yulianto, pengelola PPCI mengatakan pertunjukan seni tradisional tersebut merupakan satu diantara prodak terbaru dari PPCI bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Pontianak.

Dengan harapan Kota Pontianak pun dapat dikenal dengan seni musik Tradisional khas Tionghoa.

"Ini merupakan pengenalan ke masyarakat bahwa ada Destinasi Wisata baru di Kota Pontianak yakni pertunjukan seni musik Tradisional,'ujarnya.

Berdasarkan penelitian yang pernah ia lakukan pada tahun 2013 berjudul Culture Tour Musik Tionghoa Pontianak, dahulu para pemain musik ini merupakan para orang - orang tua, kemudian cara memainkan alat musik itu diwariskan dari generasi ke generasi hingga hari ini ada diantarnya yang sudah generasi 8 dan 9.

Di Kota Pontianak saat ini hanya terdapat 3 yayasan masyarakat Tionghoa yang membuka kelas pengajaran memainkan seni musik Tradisional Tionghoa ini, diantaranya Yayasan Halim, Yayasan Surya Makmur dan Yayasan Kuning Agung.

Saat ini tidak hanya warga Tionghoa saja yang belajar permainan musik Tradisional ini, seni ini pun sudah dipelajari oleh berbagai warga lintas etnis.

Selain itu, melalui pertunjukan ini diharapnya sanggar seni musik Tradisional  dapat lebih dikenal, dengan demikian dapat membantu pelestarian seni musik Tradisional ini di Kota Pontianak dan Kalbar. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved