Banjir di Kalbar
Bayi Berusia 6 Hari Terpaksa Mengungsi Akibat Banjir Melanda Kota Singkawang
Belasan warga tersebut diungsikan di gedung Loka Latihan Kerja (LLK) milik Pemerintah Kota Singkawang di Jalan BLKI, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singka
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Banjir yang terjadi di sejumlah titik di Kota Singkawang, Kalimantan Barat pada Jumat 11 Februari 2022, memaksa sedikitnya 12 warga untuk mengungsi.
Belasan warga tersebut diungsikan di gedung Loka Latihan Kerja (LLK) milik Pemerintah Kota Singkawang di Jalan BLKI, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat.
Sayangnya, bukan hanya orang dewasa saja, berberapa balita hingga bayi yang baru barusia enam hari juga terpaksa ikut mengungsi.
Salah seorang pengungsi, Winda (33) terpaksa harus mengungsi bersama anaknya yang berusia enam hari.
• Evakuasi Korban Banjir, Kapolres Singkawang Melaju Lewati Banjir Sambil Gendong Bayi Berusia 6 Hari
Anaknya juga sempat digendong oleh Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo saat akan dievakuasi, lantaran Winda masih sulit berjalan karena dalam masa pemulihan pasca melahirkan terpaksa.
Menjadi pengungsi sembari membawa anak yang usianya baru enam hari tentu sulit bagi Winda.
Kepada Tribunpontianak, ada banyak kebutuhan yang ia perlukan, terutama untuk sang bayi.
"Banyak yang dibutuhkan, susu, handuk bayi, selimut, bantal, banyak lagi," ujar Winda kepada Tribunpontianak, Jumat 11 Februari 2022.
Ia yang terburu-buru saat dievakuasi, membuatnya terpaksa harus meninggalkan barang-barang yang menjadi keperluan bayinya tersebut.
Ia berharap, ada bantuan dari Pemerintah maupun pihak lainnya untuk membantu keperluannya dan pengungsi lainnya bertahan hidup sembari menguris anak-anak dan bayi di lokasi pengungsian ini. (*)
[Update Informasi Seputar Kota Singkawang]
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/winda-dan-dua-anaknya-mengungsi-di-gedung-loka-sdf-sd.jpg)