Pedagang Protes Relokasi

Rencana Relokasi Lapangan Kuliner Dinilai Perlu Pertimbangan Lebih Lanjut

Sehingga kami warga seberang tidak terlalu jauh ikut shalat berjamah. Lapangan kuliner juga sekarang sudah menjadi salah satu ikon Kabupaten Melawi

Penulis: David Nurfianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/David Nurfianto
Puluhan pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Kuliner (Perpekul) Melawi memasang baliho tanda protes atas rencana relokasi di tempat yang dinilai tidak strategis. Vokal baliho tersebut dipasang di halaman pasar kuliner, Minggu 30 Januari 2022.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Melawi, Iif Usfayadi mengatakan Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Melawi perlu melakukan pertimbangan lebih lanjit terkait rencana relokasi lapangan kuliner.

Menurut Legislator Fraksi Gerindra ini, Pemerintah Kabupaten Melawi cukup membenahi yang sudah ada sehingga bisa menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Cukup dibenah lebih baik lagi sehingga menghasilkan PAD, apalagi PAD kita tidak terlalu banyak meningkatnya setiap tahun,” Katanya. Minggu 30 Januari 2022.

Kata Dia, pihak menyetujui rencana Pemkab melanjutkan pembangunan masjid agung namun pedagang lapangan kuliner tidak perlu direlokasi.

Lokasi Relokasi Dinilai Tak Strategis, Pedagang Kuliner di Melawi Usulkan Dua Lokasi

Namun, Ia menilai masih banyak pilihan lokasi seperti eks kantor bupati atau lapangan tanjung yang letaknya di tengah Kota Nanga Pinoh.

“Sehingga kami warga seberang tidak terlalu jauh ikut shalat berjamah. Lapangan kuliner juga sekarang sudah menjadi salah satu ikon Kabupaten Melawi,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Ali, Pemuda Kampung Paal (Kapal). Ia menyampaikan bahwa relokasi lapangan kuliner perlu dipertimbangkan lebih lanjut khususnya terkait alih fungsi lahan tersebut.

“Saran saya sih kita lanjutkan lokasi pembangunan saat ini. Mengingat sudah banyak dana yang terserap untuk pembangunan itu, dari pada lahan kuliner yang di alih fungsikan,” ujarnya.

Menurutnya, Pasar Kuliner yang sekarang ada tetap dipertahankan di lokasi saat ini dengan memperindah dan juga menata kembali. Sehingga tidak terkesan kumuh, karena mengingat pasar kuliner menjadi salah satu ikon kota Nanga Pinoh.

“Karena cukup memudahkan orang untuk mencari tempat makan atau kuliner, karena posisinya yang representatif,” pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Melawi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved