Breaking News:

Pendampingan Pengelolaan Keuangan UMKM dari Mahasiswa Akuntansi UMM di Kota Singkawang

UMKM dipandang sebagai pelaku ekonomi yang cukup fleksibel dalam penyesuaian dengan berbagai perubahan iklim usaha yang terjadi. Sehingga, melalui mat

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok Nindy Priska Vidiarty
Mahasiswi Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang, Nindy Priska Vidiarty berikan materi akuntansi kepada pelaku UMKM Bubur Pedas Kak Long, Jumat 28 Januari 2022. 

Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang

Nindy Priska Vidiarty

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pendampingan adalah sebuah kegiatan kerjasama antara pendamping dan pihak yang didampingi dengan tujuan untuk membantu pihak yang didampingi tersebut mewujudkan tujuan / cita citanya.

Salah satu lembaga yang perlu didampingi yaitu UMKM. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu jenis usaha di Indonesia yang memiliki peranan yang sangat penting bagi kondisi perekonomian Indonesia.

UMKM dipandang sebagai pelaku ekonomi yang cukup fleksibel dalam penyesuaian dengan berbagai perubahan iklim usaha yang terjadi. Sehingga, melalui mata kuliah praktek kewirausahaan, Mahasiswa Akuntansi UMM memilih pendampingan kepada UMKM.

UMKM yang dipilih bernama “Bubur Pedas Kak Long” bergerak di bidang kuliner makanan khas daerah Kalimantan Barat yang terletak di Jalan Ratu Sepudak No. 4 Kota Singkawang terdapat banyak pelanggan dan diharapkan akan selalu berkelanjutan.

Pengurus Baru Organda Singkawang Dikukuhkan, Kadishub Harap Sinergitas untuk Tingkatkan Pelayan

UMKM “Bubur Pedas Kak Long” menyediakan berbagai macam pilihan bubur pedas seperti, bubur pedas biasa, bubur pedas daging, bubur pedas jamur, bubur pedas spesial, dan lain sebagainya.

UMKM ini melayani pemesanan melalui Whatsapp dan mempromosikan produk dengan Facebook pemilik UMKM.

Pendampingan dimulai pada tanggal 18 Oktober 2021 sampai dengan 17 Januari 2022 dan kegiatan pertama yang dilakukan adalah melakukan survey dan wawancara untuk menganalisis situasi dan mengidentifikasi apa yang dibutuhkan oleh UMKM.

Setelah melakukan kegiatan tersebut ditemukan bahwa mitra UMKM tidak memiliki pencatatan dan pelaporan keuangan, padahal sangat penting untuk pengambilan keputusan dan melanjutkan usaha.

Salah satu faktor penyebab mitra tidak memiliki pencatatan dan pelaporan keuangan yang baik adalah kurangnya pengetahuan tentang akuntansi dan prakteknya.

Selanjutnya, Mahasiswa memberikan pembekalan materi akuntansi untuk UMKM dengan tujuan untuk menambah pengetahuan tentang akuntansi yang sangat penting untuk mengukur dan mengkomunikasikan informasi keuangan untuk mengambil keputusan agar permasalahan yang dihadapi bisa diselesaikan dengan mudah.

Selain itu, kegiatan yang dilakukan adalah mencatat transaksi, membuat buku besar, menghitung harga pokok penjualan, serta menghitung dan menyajikan laporan laba rugi.

Dengan adanya pendampingan UMKM yang telah dilakukan ini, dapat mempermudah dan membantu UMKM dalam menjalankan usaha. Penerapan pencatatan keuangan dan akuntansi juga telah mempermudah UMKM untuk mengetahui profit atau keuntungan dan tentunya untuk mempermudah pengambilan keputusan dalam menjalankan usaha di masa yang akan datang. (*)

(Simak berita terbaru dari Singkawang)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved