Kontroversi Nicho Silalahi

DPD PUTPRS Kalbar Sebut Pernyataannya Tidak Ada Hubungan Dengan Keturunan Silalahi

Terkait trendingnya kicauan Nicho Silalahi, DPD Persadaan Ualu Tupruk Pomparan Raja Silahisabungan (PUTPRS) Kalbar menyatakan bahwa pihaknya dari PUTP

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. PUTPRS
St. Sunrich T. Silalahi,SH, ketua PUTPRS Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sejak beberapa waktu belakangan, Edy Mulyadi menjadi satu diantara orang di Indonesia yang paling banyak dicari dan diperbincangkan.

Pernyataan terkait pulau Kalimantan yang akan dijadikan Ibu Kota Negara baru Indonesia menuai kontroversi.

Gelombang kecaman dari berbagai pihak pun sili berganti menuntut Edy Mulyadi agar diberi sanksi.

Belakangan, terdapat akun media sosial Twitter bernama "Nicho Silalahi" yang juga trending.

Kicauan itupun mendapat beragam komentar warga net, dan bahkan terdapat tagar tangkap Nicho Silalahi di Twitter.

Terkait trendingnya kicauan Nicho Silalahi, DPD Persadaan Ualu Tupruk Pomparan Raja Silahisabungan (PUTPRS) Kalbar menyatakan bahwa pihaknya dari PUTPRS tidak pernah mendukung, menyetujui dan membenarkan semua hal yang pernah disampaikan oleh Nicho Silalahi.

Siapakah Nicho Silalahi? Viral Hari Ini Hastag TangkapNichoSilalahi Cek Profil Nicholas Frans Giskos

"Kami tidak pernah mendukung, menyetujui dan semua hal yang pernah disampaikan oleh Nicho Silalahi," ujar St. Sunrich T. Silalahi,SH, ketua PUTPRS Kalbar.

PUTPRS pernyataan Nicho Silalahi merupakan pendapat pribadi, tanggung jawab pribadi dan tidak ada hubungannya dengan keturunan Silalahi yang tinggal di Kalimantan Barat.

"Kami keturunan Silalahi Kalimantan Barat berkomitmen untuk menjaga hubungan yang harmonis antar Umar beragama, Suku, dan Ras di dalam negara kesatuan Republik Indonesia," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Persadaan Ualu Tupruk Pomparan Raja Silahisabungan Kalbar tetap berkomitmen menjaga empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari penelusuran Tribun, dalam kicauannya di Twitter Nicho Silalahi menuliskan, "Saat Hutan ditebang, banjir merendam rumah warga ± sebulan, perempuannya diju** ke China untuk dijadikan bud** se**, anak-anak pada mati tenggelam di bekas galian tambang kalian pada diam, Tapi saat ada yang mengatakan “Tempat Jin Buang Anak” kalian Demo. Sebenarnya kalian siapa?”

Kicauan tersebut lah yang kemudian menarik beragam komentar warga dunia maya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved