13 Dokter Spesialis Sekadau Siap Mengabdi 5-7 Tahun Mendatang
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius mengatakan saat ini sudah ada 13 dokter spesialis dari Kabupaten Sekadau yang sedang dan su
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius mengatakan saat ini sudah ada 13 dokter spesialis dari Kabupaten Sekadau yang sedang dan sudah menjalani pendidikan dokter spesialis, Jumat 28 Januari 2022.
13 Dokter Spesialis itu saat ini sedang menjalani pendidikan dimulai dari dokter spesialis dasar, bedah, anak, obgyn, penyakit dalam, anestesi radiologi, patologi klinik, mikrobiologi, di sejumlah universitas yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau, diantaranya UNS Surabaya, Unair, dan Unibraw.
"Mereka sekarang ada yang sudah selesai 1 spesialis penyakit dalam, dan lainnya akan menyusul setelah masa studi selesai, lamanya studi mereka ini paling cepat 5 tahun atau 10 sementara. Sehingga 5-7 tahun ke depan Sekadau siap dengan dokter spesialisnya yang merupakan putra putri daerah," kata Henry Alpius.
• HUT Ke-65 Pemprov Kalbar, Ini Harapan Bupati Sekadau Aron
Beberapa waktu terakhir diketahui Pemkab Sekadau baru saja menandatangani perjanjian kerjasama dengan Universitas Brawijaya Malang dan sudah mengirimkan 2 orang dokter, yakni Dokter anestesi dan spesialis saraf.
Dikatakan Henry, berbagai upaya tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sekadau. Karena Kabupaten Sekadau memang masih kekurangan dokter spesialis.
Sehingga melalui kerjasama itu Pemkab Sekadau bisa mengirimkan putra-putri daerah ataupun dokter-dokter umum yang memang mau mengabdi di Kabupaten Sekadau. Untuk kemudian mendapat beasiswa pendidikan dokter spesialis dari Pemkab Sekadau.
Dengan adanya MOU tersebut, khususnya di Universitas Brawijaya Malang. Pemkab Sekadau juga akan bekerjasama tidak hanya dalam membentuk dokter spesialis, tetapi juga pengembangan sumberdaya kesehatan termasuk riset kesehatan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
"Jadi Tri darma pendidikan tinggi yang dilaksanakan Unibraw kita kerjasama semua, pengabdian masyarakat, pendidikan dan riset," lanjut Henry.
Lebih lanjut disampaikan Henry, mengatakan Ajun ini juga Pemkab Sekadau diberikan tugas dari Kementerian Kesehatan untuk membangun Rumah Sakit Pratama di perbatasan Sekadau-Ketapang tepatnya di desa Landau Apin kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau. Sehingga dipastikan akan membutuhkan dokter-dokter spesialis.
Sementara itu, dalam menentukan dokter yang akan mengikuti program pendidikan dokter spesialis, Pemkab Sekadau dipastikan memprioritaskan putra-putri daerah Kabupaten Sekadau.
Namun tetap harus mengikuti sejumlah prosedur diantaranya harus mengabdi di Kabupaten Sekadau, minimal tenaga PTT, honor daerah maupun ASN yang sudah mengabdi di Sekadau sekurang- kurangnya 1-2 tahun.
Selanjutnya mengikuti seleksi administrasi yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit dan jika lulus harus membuat perjanjian untuk mengabdi di Sekadau jika tidak maka wajib mengembalikan seluruh biaya yang telah dikeluarkan selama pendidikan. (*)
[Update Informasi Seputar Kabupaten Sekadau]
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/plt-kepala-dinas-kesehatan-kabupaten-sekadau-henry-alpius12345.jpg)