Doa Katolik

Santo Robertus Molesme dan Santo Stefanus Harding Orang Kudus Katolik 26 Januari

Santo Robertus dari Molesme adalah pendiri Ordo Cistercian. Ia berasal dari keluarga bangsawan Perancis dan lahir sekitar tahun 1024 di Champagne, Per

info katolik
Santo Robertus Molesme Orang Kudus Katolik 26 Januari. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Peringatan Orang Kudus Katolik 26 Januari 2022.

Orang Kudus Katolik pada 26 Januari merayakan Santo Robertus Molesme dan Santo Stefanus Harding.

Mereka mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh.

Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantar mereka menjadi kudus.

1. Santo Robertus Molesme

Santo Robertus dari Molesme adalah pendiri Ordo Cistercian.

Ia berasal dari keluarga bangsawan Perancis dan lahir sekitar tahun 1024 di Champagne, Perancis.

Ketika berusia 15 tahun, Robertus masuk Ordo Benediktin di Biara Montier-la-Celle, dekat Troyes.

Ia adalah seorang rahib muda yang luar biasa.

Bahkan ia telah diangkat menjadi abbas (pemimpin biara) sesaat sesudah menyelesaikan masa novisiatnya.

Pada tahun 1070, Robertus ditunjuk menjadi abbas di biara Santo Micheal dari Tonnerre di Langers.

Di sini ia menemukan bahwa para biarawan suka bertengkar dan tidak lagi mempraktikkan disiplin hidup membiara sesuai regula Ordo mereka.

Robertus berusaha keras memperbaiki keadaan ini namun tidak berhasil karena mendapat perlawanan dari para biarawan.

Karena itu ia lalu kembali ke Montier-la-Celle.

Sementara itu, dua orang pertapa dari komunitas para pertapa di hutan Collan pergi ke Roma dan meminta Paus Gregorius VII agar menunjuk abbas Robertus sebagai pemimpin mereka.

Bapa suci paus Gregorius VII yang juga adalah seorang Benediktin, mengabulkan permohonan mereka.

Pada tahun 1074 Robertus resmi menjadi pemimpin mereka dan setahun kemudian mereka mendirikan biara pertapaan di tengah hutan Molesme.

Awalnya, biara yang dibangun hanya terdiri dari gubuk-gubuk pertapaan dari kayu yang dibangun mengelilingi sebuah kapel kecil di hutan.

Namun Biara ini berkembang dengan cepat dengan menjadi terkenal karena kesalehan dan kesucian Abbas Robertus.

Reputasi abbas Robertus membawa banyak orang datang ke Molesme untuk memohon bimbingan rohani.

Termasuk Santo Bruno dari Cologne yang menjadi murid Robertus dan tinggal beberapa lama bersama para rahib Molesme.

Santo Bruno kelak mendirikan komunitasnya sendiri yang disebut Ordo Carthusian.

Dibawah kepemimpinan abbas Robertus, komunitas ini menjadi sangat makmur dan terkenal.

Tetapi kemakmuran, lama-kelamaan membuat para rahib mulai tidak displin lagi pada aturan hidup membiara.

Pada tahun 1098, Robertus bersama Alberik, Stefanus Harding dan sekitar 20 rahib pembaharu meninggalkan pertapaan Molesme dan mendirikan sebuah komunitas baru di Citeuax.

Mereka membangun sendiri biara tersebut di padang liar Citeaux.

Mereka sungguh-sungguh mengamalkan hidup dalam karya dan kemiskinan.

Inilah awal berdirinya Ordo Cistercians (Latin : (Sacer) Ordo Cisterciensis disingkat OCist atau SOCist).

Nama Cistercians diambil dari kata "Cistercium" nama Latin dari desa Cîteaux tempat dimana biara mereka berdiri.

Para rahib Cistercian adalah para pertapa sejati yang meneladani kemiskinan Yesus dan memelihara keheningan serta menjalani hidup kontemplatif dengan sangat ketat.

Pada tahun 1099, para biarawan di Molesme datang kepada Robertus memohon agar ia kembali menjadi pemimpin mereka.

Mereka bersumpah akan patuh sepenuhnya pada kepemimpinan Robertus dan kembali hidup disiplin sesuai regula Ordo Benediktin.

Uskup setempat mendukung permohonan mereka dan meminta Robertus untuk kembali ke Molesme, namun Robertus menolak.

Kemudian datanglah perintah dari Paus Urbanus II agar Robertus kembali ke Molesme dan membenahi biara yang hampir kolaps tersebut. Patuh pada Tahta Suci; Robertus lalu mentahbiskan Alberikus sebagai abbas biara Cîteaux, lalu kembali ke Molesme.

Kembalinya abbas Robertus yang kudus, membuat Biara Molesme kembali menjadi biara utama Benediktin di wilayah tersebut.

Santo Robertus tutup usia dengan tenang di biara Molesme pada tanggal 17 April 1111.

Ia dikanonisasi pada tahun 1222 oleh Paus Honorius III dan pestanya dirayakan pada setiap tanggal 26 Januari.

Arti Nama

Robertus = Terang, Terkenal

Variasi Nama

Rupert, Ruprecht (Low German), Robrecht (Dutch), Hrodebert, Hrodpreht (Ancient Germanic), Roparzh (Breton).

Roopertti, Pertti, Roope (Finnish), Róbert, Robi (Hungarian), Róbert (Icelandic), Roibeárd (Irish), Roberto (Italian).

Roberts (Latvian), Hob, Hopkin (Medieval English), Roberto (Portuguese), Raibeart, Rab, Rabbie (Scottish), Roberto, Ruperto (Spanish), Hopcyn (Welsh)

Bentuk Pendek

Bob, Bobbie, Bobby, Rob, Robbie, Robby, Robin (English), Bob, Rob, Robbe (Dutch).

Bentuk Feminim

Bobbi, Roberta, Robena, Robina (English).

2. Santo Stefanus Harding

Santo Stefanus Harding Orang Kudus Katolik 26 Januari.
Santo Stefanus Harding Orang Kudus Katolik 26 Januari. (wikipedia)

Stefanus Harding adalah seorang pemuda bangsawan Inggris yang hidup pada abad keduabelas.

Karena tertarik pada kehidupan rohani ia kemudian bergabung dengan sebuah Biara Benediktin di Sherborne.

Namun Setelah penaklukan Norman dari Inggris di tahun 1066, Stefanus meninggalkan kehidupan dalam biara, lalu pindah ke Skotlandia.

Kemudian ia pergi ke Paris, Prancis untuk belajar.

Suatu ketika Stefanus dan temannya berjalan kaki untuk berziarah ke Roma.

Di sana Stefanus bertemu dengan dengan sekelompok biarawan yang hidup amat miskin dan kudus.

Para biarawan ini berdoa, berpuasa dan bekerja keras.

Demikianlah cara mereka mengungkapkan kasih mereka kepada Tuhan.

Stefanus memperhatikan bagaimana bahagianya mereka.

Hatinya bergejolak. Kerinduannya akan kehidupan rohani muncul kembali.

Stefanus menyesal pernah meninggalkan kehidupan monastik dalam biara dan memutuskan untuk bergabung dengan kelompok biarawan ini.

Abbas mereka adalah seorang yang sangat Kudus.

Kelak abbas ini juga menjadi seorang santo, yakni St Robertus dari Molesme.

Ia menerima Stefanus dengan tangan terbuka.

Beberapa tahun lamanya, Stefanus melayani Tuhan dengan penuh sukacita bersama mereka.

Namun, sedikit demi sedikit para biarawan tak lagi hendak hidup bermati raga dengan keras seperti semula.

Jadi, St Robertus dan St Stefanus bersama duapuluh biarawan lainnya mendirikan sebuah biara baru.

Mereka membangun sendiri biara itu di padang liar Perancis yang disebut Citeaux.

Mereka mengamalkan hidup dalam karya dan kemiskinan.

Mereka rindu meneladani kemiskinan Yesus.

Mereka juga memelihara keheningan dan kontemplatif yang sangat ketat.

Pada tahun 1099 St.Robertus mendapat perintah dari Paus Urbanus II untuk kembali ke Biara Molesme.

Patuh pada keputusan Bapa Suci; St.Robertus mentahbiskan St. Alberikus sebagai abbas biara Cîteaux, lalu kembali ke biara Molesme.

Santo Alberikus menjadi pemimpin biara Cîteaux sampai tutup usia pada tahun 1109.

Stefanus segera ditunjuk sebagai pemimpin Ordo Cistercian yang ketiga.

Pada kepemimpinan St.Stefanus, ada banyak masalah pelik yang harus ia dihadapi.

Para biarawan hanya makan sedikit saja. Kemudian, lebih dari separuh biarawan jatuh sakit dan meninggal dunia.

Tampak seolah komunitas akan segera berakhir.

Mereka membutuhkan anggota-anggota baru yang muda untuk meneruskan semangat mereka. Stefanus berdoa penuh iman.

Dan doanya didengarkan. Tuhan mengirimkan kepada para biarawan yang kini disebut biarawan Cistercian ini tiga puluh pemuda yang ingin menggabungkan diri dengan mereka.

Mereka tiba di gerbang biara bersama-sama. Pemimpin Generasi kedua Cistercian ini kelak menjadi seorang santo yang hebat pula.

Namanya adalah St. Bernardus dari Clairvaux. Hari itu merupakan hari yang sungguh menakjubkan bagi St Stefanus dan para biarawan.

Stefanus melewatkan beberapa tahun terakhir hidupnya dengan menulis sebuah buku peraturan bagi para biarawan.

Ia juga mendidik St.Bernardus dari Clairvaux untuk menggantikan posisinya.

Sementara terbaring di ambang ajal, Stefanus mendengar para biarawan di sekelilingnya berbisik.

Mereka mengatakan bahwa Stefanus tidak perlu takut mati.

Ia telah bekerja begitu giat dan mengasihi Tuhan begitu rupa.

Mendengar itu Stefanus kemudian berkata bahwa ia takut ia tidak cukup baik bagi Tuhan.

Dan ia bersungguh-sungguh dengan perkataannya.

Hal itu menunjukkan sebuah kerendahan hati yang luar biasa dari Santo besar ini. Ia wafat pada tahun 1134.

Arti Nama

Berasal dari bahasa Yunani Στεφανος (Stephanos) yang berarti : Mahkota

Variasi Nama

Stephen, Steven (English), Stephanos (Ancient Greek), Stepan (Armenian), Estebe, Eztebe (Basque).

Stephanos (Biblical Greek), Stephanus (Biblical Latin), Stefan (Bulgarian), Esteve (Catalan).

Stjepan, Štefan, Stevan, Stevo, Stipan, Stipe, Stipo (Croatian), Štěpán (Czech), Stefan, Steffen (Danish).

Stefan, Stefanus, Steffen, Stef (Dutch), Tapani, Tahvo, Teppo (Finnish), Étienne, Stéphane (French).

Estevo (Galician), Stefan, Steffen, Stephan (German), Stefanos, Stephanos (Greek), István, Pista, Pisti (Hungarian).

Stiofán (Irish), Stefano (Italian), Stefans (Latvian), Steponas (Lithuanian), Stefan (Macedonian).

Tipene (Maori), Estienne (Medieval French), Stefan, Steffen (Norwegian), Estève (Occitan).

Stefan, Szczepan (Polish), Estevão (Portuguese), tefan, Fane (Romanian), Stepan (Russian).

Steafan, Steaphan, Steenie (Scottish), Stefan, Stevan, Stevo, Stjepan (Serbian), Štefan (Slovak).

Štefan (Slovene), Esteban, Estavan (Spanish), Staffan, Stefan (Swedish), Steffan (Welsh).

Bentuk Pendek

Ste, Steph, Stevie, Steve (English).

Sumber: katakombe.org

(Update informasi seputar katolik klik di sini)

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved