Hingga Awal Tahun 2022 Tercatat 504 ODGJ Berada di Sanggau
Aang menjelaskan, 504 ODGJ tersebut merupakan data yang tercatat di Dinsos, yang dilaporkan dari pihak Desa dan masyarakat atau keluarganya
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Sanggau, Aang Syahroni menyampaikan bahwa pihaknya mencatat data Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Sanggau hingga awal tahun 2022 ini berjumlah 504 orang.
"Itu sudah kita data dan kita tanggani, dan yang sudah kita rujuk sampai Desember 2021 sebanyak 192 orang,"katanya, Minggu 23 Januari 2022.
Kemudian yang rutin keluar masuk, hanya sekitar 65 orang. Dalam artian, ODGJ ini pulang atau dikembalikan ke daerah asalnya dan kambuh lagi lalu dirujuk lagi ke Rumah Sakit Jiwa Singkawang.
Untuk penanganan ODGJ di Kabupaten Sanggau, Pemkab Sanggau ada perjanjian kerjasama atau MoU dengan Pemprov. Karena rumah sakit jiwa dibawah wewenang Pemprov.
• PMI Kabupaten Sanggau Gelar Donor Darah di PT SBW
"Antara RSJ dengan DinsosP3AKB Sanggau, itu kita menangani ODGJ yang terlantar, yang belum ada BPJS nya. Jadi kalau misalnya ODGJ kambuh, belum ada BPJS nya jadi kita bisa bawa dulu ke Singkawang dengan tanggungan Dinsos. Jadi untuk biaya rawat inapnya Pemkab Sanggau atau Dinsos yang menanggungnya," ujarnya.
Aang menjelaskan, 504 ODGJ tersebut merupakan data yang tercatat di Dinsos, yang dilaporkan dari pihak Desa dan masyarakat atau keluarganya yang melapor.
Kemungkinan ada keluarga atau masyarakat yang tidak melapor karena mungkin ada stigma rasa malu.
"Dan juga ada ODGJ yang dipasung. ODGJ mungkin karena ada faktor keturunan, terus depresi, ada yang cita-citanya tidak kesampaian stres juga," tuturnya.
Dikatakannya, Pada tahun 2019 lalu pihaknya juga sudah merencanakan untuk pembangunan Shelter atau rumah singgah untuk ODGJ dan tuna wisma khusus untuk yang terlantar, tidak ada tempat tinggalnya yang berasal dari luar Kabupaten Sanggau.
"Cuman karena ada pandemi Covid-19, ditunda. Mudah-mudahan tahun 2022 ini terealisasi pembangunan Shelter, Pak Bupati juga sudah memberikan lampu hijau untuk pembangunan tahun 2022 ini,"pungkasnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Sanggau)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/hen-012322-aang.jpg)