Ahok Jadi Pemimpin Ibu Kota Negara (IKN) yang Baru? Hinca: Nyali Besar Sangat Dibutuhkan

Hal ini terjadi usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap keinginannya terkait kriteria yang dimiliki oleh sang calon pemimpin di IKN Nusantara.

TRIBUNJATIM.COM
RIWAYAT Hidup Ahok hingga Digadang jadi Bos BUMN, Kini Kekayaan Basuki Tjahaja Purnama Rp 256 M 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Nama Basuki Tjahja Purnama (BTP) atau Ahok disebut sebagai sosok yang cocok menjadi pemimpin Ibu Kota Negara yang baru.

Hal ini menyusul sosok yang akan menjabat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) semakin ramai diperbincangkan.

Hal ini terjadi usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap keinginannya terkait kriteria yang dimiliki oleh sang calon pemimpin di IKN Nusantara.

Jokowi mengharapkan setidaknya orang tersebut memiliki latar belakang arsitek dan pernah memimpin daerah.

"Nama calon pemimpin ibu kota baru yang menjabat kepala otorita siapa? Nanti itu ditentukan dalam perpres dibahas dibahas pansel. Kalau saya pinginnya ada latar belakang arsitektur dan punya pengalaman sebagai kepala daerah," kata Jokowi, Rabu 19 Januari 2022.

Sekedar informasi, pada 2020 silam, Jokowi sempat menyebut empat nama yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Bambang Brodjonegoro, Azwar Anas, dan Tumiyana.

Namun berdasarkan kriteria terbaru yang disebutkan Jokowi, justru terdapat empat nama berbeda yang dinilai sesuai.

Masyarakat Berpotensi Tak Bisa Tentukan Kepala Daerah di “Nusantara” Ibu Kota Baru Indonesia

Mereka adalah Menteri Sosial Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dan Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

Keempatnya sama-sama pernah memimpin daerah dan juga merupakan seorang arsitek.

Anggota Tim Pansus IKN dari Fraksi Demokrat Hinca Pandjaitan mengingatkan presiden agar berhati-hati dalam memilih karena tak mudah mencari seseorang yang mampu membaca secara utuh IKN baru yang akan dibangun.

Menurutnya tak cukup memahami arsitektur, namun banyak hal yang perlu dimiliki
sosok calon Kepala Badan Otorita IKN termasuk integritas tinggi dan nyali.

"Tak cukup paham arsitektur, dia juga harus paham lingkungan hidup untuk kehidupan kemanusiaan yang sehat. Tak hanya itu, dia harus punya hati dan ketulusan menghormati, menghargai kearifan lokal dan adat istiadat masyarakat adat disana," ujar Hinca, Jumat 21 Januari 2022

"Nyali besar sangat dibutuhkan, integritas tinggi harus mumpuni dan tidak tergiur uang menjadi
keharusan, karena ratusan bahkan bisa mendekati ribuan triliun uang akan beredar dan berputar disana," tambahnya.

Kolega Hinca yakni Kamrussamad Anggota Tim Pansus IKN dari Fraksi Gerindra menilai jika orang yang memimpin IKN haruslah berpengalaman di pemerintahan daerah, penataan kota dan eksekusi kebijakan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved