Maut di Balikpapan

Ditetapkan Tersangka, Inilah Pengakuan Sopir Truk Tronton Terkait Kecelakaan Rapak Balikpapan

Keterangan supir tuk tronton pompa angin rem tidak berfungsi sehingga menyebabkan terjadinya rem blong,

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BALIKPAPAN - Polri mengungkapkan pengakuan sopir truk tronton MA yang menyebabkan terjadinya kecelakaan beruntun di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat 21 Januari 2022 pagi.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan berdasarkan keterangan MA, tabrakan terjadi karena pompa angin rem truk yang dikendarainya tidak berfungsi saat melintas di lampu merah Muara Rapak.

"Keterangan supir tuk tronton pompa angin rem tidak berfungsi sehingga menyebabkan terjadinya rem blong," kata Dedi dalam keterangan tertulis yang diterima KOMPAS TV, Jumat 21 Januari 2022.

Dedi menuturkan akibat rem blong tersebut, truk yang dikendarai MA kemudian menghantam sejumlah kendaraan yang tengah mengantre di lampu merah Muara Rapak tersebut. Kecelakaan maut ini juga telah merenggut korban jiwa.

Ditetapkan Tersangka

Polisi resmi menetapkan M Ali (48) sebagai tersangka atas kasus kecelakaan maut Balikpapan.

Truk tronton yang dikemudikannya melindas mobil dan motor hingga 4 orang tewas dan belasan lainnya luka. M Ali masih terus diperiksa.

"Sudah (Tersangka), saat ini kita amankan dan diperiksa di Polresta Balikpapan," ujar Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat 21 Januari 2022.

M Ali dipastikan melanggar aturan karena mengemudikan truk tronton di jalur yang dilarang.

Ini Pengakuan Sang Sopir Truk Tronton Dalam Peristiwa Kecelakaan di Balikpapan Kalimantan Timur

"Sudah ada aturan Perwali, bahwasanya truk angkut besar itu hanya diijinkan melintas pada malam hari, jadi jam 6 pagi sampai 12 malam tidak boleh melintas, ini dasar supirnya yang bandel," kata Yusuf.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved