Bacaan Niat Solat Duha dan Waktu Melaksanakannya
Jika dikonversi, waktu melaksanakan Shalat Dhuha dimulai sekitar pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Solat Duha adalah amalan sunnah yang sangat baik dilaksanakan.
Solat Duha dilaksanakan minimal dua rakaat sekali salam.
Waktu melaksanakan Solat Duha dimulai setelah matahari terbit setinggi tombak.
Jika dikonversi, waktu melaksanakan Shalat Dhuha dimulai sekitar pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.
Adapun batas waktu Shalat Dhuha adalah sebelum waktu larangan Sholat.
• Manfaat Solat Duha, Niat dan Waktu Melaksanakannya
Yaitu ketika bayangan tepat di atas benda, tidak condong ke timur atau ke barat.
Meski bisa dimulai sejak sekitar pukul 08.00 WIB, waktu utama melaksanakan Solat Duha adalah di akhir, saat panas matahari makin terasa.
Berikut ini adalah bacaan niat Solat Duha:
أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala"
Tata Cara Sholat Duha
Cara melaksanakan Solat Duha sama saja dengan sholat lainnya.
Solat Duha dilaksanakan minimal dua rakaat.
Pelaksanaan Salat Dhuha lebih utama dilakukan secara munfarid atau sendiri.
Berikut ini tata cara Solat Duha:
1. Takbiratul ihram
2. Membaca doa Iftitah
3. Membaca surat Al-Fatihah
4. Membaca surat Alquran
5. Rukuk
6. I'tidal
7. Sujud
8. Duduk di antara dua sujud
9. Sujud kedua
Berdiri lalu mengerjakan rakaat kedua
10. Membaca surat Al-Fatihah
11. Membaca surat Alquran
12. Rukuk
13. I'tidal
14. Sujud
15. Duduk di antara dua sujud
16. Sujud kedua
17. Tasyahhud akhir
18. Salam
Doa Setelah Sholat Dhuha
Doa apa saja boleh dibaca setelah Solat Duha.
Untuk contoh, berikut ini ada doa yang bisa dibaca setelah menunaikan sholat Dhuha.
Berikut ini doanya:
اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ اَللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ ثُمَّ يَقُوْلُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Allâhumma innad dhuhâ’a dhuhâ’uka, wal bahâ’a bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allâhumma in kâna rizkî fis samâ’i, fa anzilhu. Wa in kâna fil ardhi, fa akhrijhu.
Wa in kâna mu‘siron, fa yassirhu. Wa in kâna harâman, fa thahhirhu. Wa in kâna ba‘idan, fa qarribhu bi haqqi dhuhâ’ika, wa bahâ’ika, wa jamâlika, wa quwwatika, wa qudratika.
Âtinî mâ âtaita ‘ibâakas shâlihîn. Allâhumma bika ushâwilu, wa bika uhâwilu, wa bika uqâtilu.
Rabbighfir lî, warhamnî, watub ‘alayya. Innaka antat tawwâbur rahîm. 40 atau 100 kali.
Artinya, “Tuhanku, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan-Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu. Yang ada hanya kuasa-Mu.
Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu. Tuhanku, kalau rezekiku di langit, turunkanlah. Kalau berada di bumi, keluarkanlah. Kalau sulit, mudahkanlah. Kalau haram, gantilah jadi yang suci.
Bila jauh, dekatkanlah dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Tuhanku, berikanlah aku apa yang Kau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh. Tuhanku, dengan-Mu aku bergerak. Dengan-Mu aku berusaha.
Dengan-Mu, aku berjuang. Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku. Anugerahkanlah tobat-Mu untukku. Sungguh Engkau maha penerima tobat, lagi maha penyayang.”
Keutamaan Solat Duha
Ustadz Khalid Basalamah dalam ceramahnya mengungkapkan, Rasulullah SAW menyampaikan Allah SWT berfirman:
''Hai anak Adam, ruku' untuk ku empat rakaat di awal pagi, maka aku akan penuhi hajatmu pada hari itu,''.
Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan yang dimaksud empat rakaat itu adalah Shalat Dhuha.
''Apa saja yang kamu mau, akan saya penuhi kata Allah SWT,'' jelas Ustadz Khalid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ilustrasi-solat-duha-sendiri-di-rumah-dan-masjid-musolla.jpg)