Kenali 3 Gejala Omicron Paling Banyak Dialami Pasien Corona di Indonesia Terbaru

Sebagian besar gejalanya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak yang dialami pasien adalah batuk, pilek dan demam.

Editor: Madrosid
Lionel BONAVENTURE / AFP
Foto ini diambil di Toulouse, barat daya Prancis, pada 1 Desember 2021 menunjukkan jarum suntik dan layar yang menampilkan Omicron, nama varian baru covid 19. Khusus di Indonesia, kasus Omicron kembali bertambah. Kemenkes mencatat saat ini ada 318 orang yang terkonfirmasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kasus Omicron di Indonesia semakin merebak.

Penambahan kasus tak terelekkan, total jumlah kasus terbaru per Sabtu 15 Januari 2022 sudah mencapai 748 kasus.

Terjadi peningkatan yang cukup signifikan, dari angka 572 pada 12 Januari 2022.

Sebanyak 339 pasien omicron wajib menjalankan karantina kesehatan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran sisanya menjalani karantina di rumah sakit yang telah ditunjuk oleh Satgas Penanganan Covid-19.

Untuk kondisi pasien omicron, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebutkan, tidak ada perbedaan karakteristik gejala antara pasien perjalanan luar negeri dan pasien transmisi lokal.

Sebagian besar gejalanya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak yang dialami pasien adalah batuk, pilek dan demam.

Daftar Daerah Kasus Omicron di Indonesia ! Ada 7, Wilayah Mana Saja ?

“Hampir setengahnya atau sekitar 276 orang telah selesai menjalani isolasi, sedangkan sisanya 296 orang masih isolasi. Dari hasil pemantauan di lapangan, mayoritas gejalanya ringan dan tanpa gejala. Jadi belum butuh perawatan yang serius,” ujar Nadia dalam keterangan tertulis, Jumat 14 Januari 2022.

Penambahan kasus omicron dalam beberapa waktu terakhir telah berimplikasi pada lonjakan kasus harian nasional.

Bahkan proporsi varian omicron jauh lebih banyak dibandingkan varian delta.

“Dari hasil monitoring yang dilakukan Kemenkes, kasus probable Omicron mulai naik sejak awal tahun 2022. Sebagian besar dari pelaku perjalanan luar negeri, hal ini turut berdampak pada kenaikan kasus harian Covid-19 di Indonesia,” ujar Nadia.

Menghadapi lonjakan kasus Covid-19, Kementerian Kesehatan akan meningkatkan pelaksanaan 3T yakni Testing, Tracing dan Treatment terutama di daerah yang berpotensi mengalami penularan kasus tinggi.

“Langkah antisipasi penyebaran omicron telah kita lakukan dengan menggencarkan 3T terutama di wilayah Pulau Jawa dan Bali,” tuturnya.

Untuk testing, Kemenkes telah mendistribusikan kit SGTF ke seluruh lab pembina maupun lab pemerintah dan memastikan jumlahnya mencukupi.

Kapasitas pemeriksaan PCR dan SGTF juga diupayakan untuk dipercepat, sehingga penemuan kasus bisa dilakukan sedini mungkin.

Halaman
123
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved