Breaking News:

Covid-19 di Amerika Serikat Menggila, Tenaga Militer Turun Tangan Bantu Rumah Sakit di Negara Bagian

Data LSM kesehatan Henry Ford menunjukkan, lebih dari 65% pasien Covid-19 tidak divaksinasi. Sementara lebih dari 90% di antaranya juga belum mendapat

Editor: Ishak
SCOTT HEINS / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP
Sejumlah warga tampak mengantre untuk pemeriksaan Covid-19 di Amerika Serikat beberapa waktu lalu 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Covid-19 di Amerika Serikat melonjak pesat.

Hantaman badai varian baru Covid-19 Omicron menyebabkan negara adidaya ini mencatatkan rekor fantastis dalam jumlah kasus infeksi harian.

Menjadikan Amerika Serikat sebagai negara dengan jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 dalam satu hari terbanyak di dunia.

Beberapa waktu lalu, bahkan catatan infeksi harian Covid-19 di Amerika Serikat mencapai 1,35jutaan orang hanya dalam satu hari.

Kapan Pasien Covid-19 Varian Omicron Dinyatakan Sembuh?

Menggilanya infeksi Covid-19 di Amerika Serikat membuat pemerintah memutuskan untuk menurunkan peran dari militer AS.

Dirangkum dari laman Kontan.co.id, Presiden AS Joe Biden memerintahkan tenaga kesehatan militer untuk membantu sejumlah rumahsakit di enam negara bagian yang kesulitan menangani lonjakan kasus Covid-19.

Dalam pengarahannya pada Kamis 13 Januari 2022, Presiden AS Joe Biden mengumumkan pengiriman 1.000 personel kesehatan militer secara bertahap.

Sudah 572 Kasus Omicron di Indonesia, Berikut 3 Gejala yang Paling Banyak Dikeluhkan

Pengiriman akan dimulai minggu depan ke rumahsakit yang menerima banyak pasien rawat inap.

"Saya tahu, kita semua frustrasi ketika memasuki tahun baru ini.

Covid-19 akan tetap menjadi pandemi untuk orang yang enggan divaksinasi,"

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved