Breaking News:

Beberapa Hari Tak Kelihatan, Warga Temukan Deni Meninggal Dunia

Di dalam ruang tamu terdapat obat-obatan dan artikel resep obat herbal, korban tinggal di rumahnya sendirian, kedua orang tua tinggal di Seluas

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/KODIM SAMBAS
Warga melihat jenazah seorang warga Desa Pendawan dimasukkan ke mobil ambulan, Jumat 15 Januari 2022. KODIM SAMBAS 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Warga Desa Pendawan, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dikagetkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki di dalam rumah.

Mayat tersebut diketahui bernama Deni Febriwiryandi (33) yang meninggal dunia di dalam sebuah kamar tidur rumahnya di Dusun Inti, RT 001, RW 001 Desa Pendawan Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas, Jumat 14 Januari 2022.

Kapolres Sambas AKBP Laba Meliala S.I.K, melalui Kasat Reskrim AKP Sutrisno, S.I.K. mengatakan pada Jumat 14 Januari 2022 sekira pukul 09.30 WIB, Deni Febriwiryandi ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

"Bedasarkan keterangan saksi dalam beberapa hari tidak melihat korban, kemudian saksi berinisiatif untuk mendatangi rumah korban setelah setibanya di rumah korban,” ujarnya dalam keterangan tertulis diterima Tribun Pontianak, Sabtu 15 Januari 2022.

BMKG Rilis Prakiraan Potensi Cuaca Ekstrem Kalbar, Waspada Hujan Deras di Sambas hingga Kapuas Hulu

AKP Sutrisno menjelaskan saksi masuk melalui pintu jendela samping dengan cara mendobrak.

“Kemudian, tercium bau, setelah diketahui ternyata korban Deni Febriwiryandi sudah meninggal dunia," ungkapnya.

AKP Sutrisno mengatakan dari hasil Identifikasi korban ditemukan di dalam kamar dengan posisi terlentang di atas lantai tepat disamping tempat tidur dalam keadaan korban sudah tidak bernyawa.

Lanjutnya, diperkirakan sudah meninggal kurang lebih dua hari yang lalu.

"Di dalam ruang tamu terdapat obat-obatan dan artikel resep obat herbal, korban tinggal di rumahnya sendirian, kedua orang tua tinggal di Seluas, Kabupaten Bengkayang,” katanya.

AKP Sutrisno menambahkan berdasarkan informasi dari paman korban, Muhammad menyatakan bahwa almarhum mempunyai riwayat sakit jantung dan hipertensi.

"Bahwa berdasarkan keterangan visum et Repertum (VER) di RSUD Sambas, 14 Januari 2022 tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasaan di tubuh jenazah, untuk lebam jenazah diakibatkan karena pembusukan kulit luar jenazah,” ungkapnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sambas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved