Breaking News:

Tekan Angka Stunting di Kalbar, BKKBN Bentuk Tim Pendamping Keluarga yang Tersebar di 2.031 Desa

Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar Muslimat mengatakan apabila dilihat dari interval tersebut, Kalbar masih perlu bekerja keras dan kerja

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar Muslimat usai menghadiri pelantikan dr Harisson sebagai Sekda Kalbar di Ruang Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat 14 Januari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Presiden RI telah memberikan perintah untuk menekan angka stunting. Secara nasional hasil SSGI 2021 angka stunsing sebesar 24,4 persen. Lalu untuk Kalbar angka stuntingnya sebesar 29,8 persen.

Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar Muslimat mengatakan apabila dilihat dari interval tersebut, Kalbar masih perlu bekerja keras dan kerja tuntas untuk 2024 dalam upaya menurunkan angka stunting menjadi 14 persen sesuai perintah Presiden.

Dari perintah tersebut ada dasar Perpres nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting BKKBN ditunjuk sebagai koordinator. 

Seorang Lansia di Pontianak Diduga Cabuli Bocah Perempuan di Toilet Umum

Kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan tim percepatan penurunan stunting dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten kota hingga desa. 

Dimana untuk tingkat provinsi Gubernur sebagai pengarah dan Wagub sebagai pelaksana. Kemudian seluruh perangkat organisasi terkait akan menjadi sekretaris dan anggota. 

Ia mengatakan bahwa dalam hal ini, BKKBN siap untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah dengan saling mengisi dan berkerja sama agar kedepan Kalbar sesuai perintah Gubernur mampu menurunkan angka stunting menjadi 14 persen.

“Bahkan jika memungkinkan kita turun dibawah 14 itu harapan Pak Gubernur.

Dalam upaya penurunan stunting kita juga membentuk tim pendamping keluarga yang terdiri dari Bidang, PKK dan kader desa,”ujarnya usai menghadiri pelantikan dr Harisson sebagai Sekda Kalbar di Ruang Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat 14 Januari 2022. 

Tim ini akan tersebar di 2.031 desa di Kalbar. Dengan jumlah 12.609 orang yang direkrut sejak 2021 lalu. 

“Pada 2022 ini akan kita latih lagi untuk memperkuat tim pendamping keluarga yang tugas dan fungsinya melakukan penyuluhan, fasilitasi pendampingan kepada sasaran yakni calon pengantin, ibu hamil, ibu yang memiliki batuta, dan memberikan atau mengarahkan jika ada bantuan sosial untuk keluarga kurang mampu,”pungkasnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved