Breaking News:

Gubernur Sutarmjidji: Menjadikan Jalan Provinsi dengan Kondisi Capai 95 Persen Perlu Biaya 7 Triliun

“Dengan kondisi anggaran kita yang berhadapan dengan pandemi covid-19 saat ini dan lainnya maka anggaran untuk jalan dan infrastruktur lainnya sangat

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Gubernur Sutarmidji usai melantik dr Harisson sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar di Ruang Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat 14 Januari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan Pemprov Kalbar setelah dihitung perlu anggaran kurang lebih Rp 7 triliun untuk membuat jalan Provinsi menjadi kondisi mantap mencapai 95 persen.

Salah satu yang menjadi Prioritas dimasa kepemimpinan Gubernur Sutarmidji dan Wagub Ria Norsan untuk tahun 2022 akan fokus pada pembangunan infrastruktur jalan.

Dikatakannya untuk jalan Provinsi Kalbar, ketika menyusun RPJMD, ia mendapatkan data jalan provinsi dalam kondisi mantap 86 persen. Akan tetapi setelah diverifikasi hanya 49 persen.

“Dengan kondisi anggaran kita yang berhadapan dengan pandemi covid-19 saat ini dan lainnya maka anggaran untuk jalan dan infrastruktur lainnya sangat terbatas,”ujarnya.

Hal itu disampaikannya usai melantik dr Harisson sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar di Ruang Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat 14 Januari 2022.

Ia beharap tahun ini dan tahun depan Pemprov Kalbar bisa mengejar jalan provinsi dalam kondisi mantap sekitar 76 hingga 78 persen.

Harisson Dilantik Sebagai Sekda Kalbar, Jumadi: Merupakan Jabatan Tertinggi Dibirokrasi Pemerintah

“Itu sudah maksimal yang bisa kita lakukan. Jika minta lebih dari itu saya angkat tangan, karena kondisi anggaran tidak memungkinkan,”ujarnya.

Sebab disisi lain, Pemprov juga harus membangun beberapa sekolah SMA dan SMK di Kalbar untuk meningatkan IPM agar masa belajar anak-anak Kalbar lebih panjang.

“Sekarang ini lamanya orang belajar di Kalbar itu baru 7,4 tahun. Walaupun harapan untuk usia 18 tahun belajar sudah diatas 12 tahun. Akan tetapi secara umum hanya 7,4 tahun. Ini harus kita kejar dengan inovasi dari Diknas,”ujarnya.

Ia juga mengingatkan bagi kepala Disdik Provinsi Kalbar harus mampu mengajak daerah -daerah bagaimana Program paket C dan lainnya untuk bisa dijalankan supaya bertambah.

“Karena kalau tidak IPM kita tetap seperti itu,”pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved