Breaking News:

Gubernur Sutarmidji Minta Jajaran Diskes Provinsi dan Kabupaten Kota Tekan Angka Stunting

“Saya minta arahan-arahan dari pemerintah pusat dalam hal ini Presiden dan Menteri agar kita selaras dalam hal tata kelola pemerintahan. Sehingga sine

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Adpim Pemprov Kalbar
Gubernur Sutarmidji usai melantik dr Harisson sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar di Ruang Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat 14 Januari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat meminta sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden RI bahwa harus mampu menurunkan angka stunting sesuai target nasional di tahun 2024 yakni diangka 14 persen.

“Saya minta betul -betul menjadi perhatian jajaran Diskes Provinsi, Sekda Provinsi hingga kabupaten kota Se-Kalbar,”ujarnya.

Hal itu disampaikan Gubernur Sutarmidji usai melantik dr Harisson sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar di Ruang Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat 14 Januari 2022.

Ia mengatakan angka Stunting di Kalbar saat ini masih diatas 20 persen. Dengan harapan dalam dua atau tiga tahun kedepan, angka stunting di Kalbar bisa mendekati bahkan bisa dibawah 14 persen.

“Saya minta arahan-arahan dari pemerintah pusat dalam hal ini Presiden dan Menteri agar kita selaras dalam hal tata kelola pemerintahan. Sehingga sinergitas itu bisa menghasilkan capaian yang baik,”ujarnya.

Usai dilantik, Sekda Provinsi Kalbar Harisson mengatakan bahwa kunci dari stunting sebenarnya pada pemberdayaan masyarakat.

Gubernur Sutarmidji Lakukan Job- Fit untuk Mengisi Posisi Kadiskes Kalbar yang Ditinggalkan Harisson

“Stunting itu adalah pemberdayaan terhadap ibu dan anak termasuk bapaknya juga. Ketahanan pangan, Pola asuh anak di rumah, lingkungan yang baik itu sangat berpengaruh terhadap stunting,”ungkapnya.

Dikatakannya kedepan akan dikordinasikan termasuk dengan organisasi perangkat vertikal.

“Stunting inikan sekarang diserahkan ke BKKBN tapi tentu ini tidak dapat bekerja sendiri dan perlu dukungan OPD dan Pemprov Kalbar,”pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved