Breaking News:

Gubernur Sutarmidji Lakukan Job- Fit untuk Mengisi Posisi Kadiskes Kalbar yang Ditinggalkan Harisson

Gubernur Sutarmidji mengatakan selanjutnya terkait pengganti Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar telah dilakukan Job Fit. 

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji usai melantik dr Harisson sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar di Ruang Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat 14 Januari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji melantik dr Harisson sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar di Ruang Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat 14 Januari 2022. 

Sebelumnya sejak tahun 2019, Harisson menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar yang memang diketahui dalam dua tahun terkahir fokus dalam penanganan covid-19 di Kalbar.

Gubernur Sutarmidji mengatakan selanjutnya terkait pengganti Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar telah dilakukan Job Fit

“Jadi untuk pengganti Kadiskes sudah kita lakukan job fit. Cuma saya belum tetapkan, tapi job fitnya sudah, bulan ini Insya Allah bisa kita Lantik. karena Dinas Kesehatan itu penting,” ujarnya. 

Bebby Nilai Perlu Peningkatan Infrastruktur di Pusat Kuliner Pontianak di Jalan Letkol Sugiono   

Dikatakannya untuk job fit diikuti oleh internal Pemprov Kalbar, kecuali open bidding baru secara terbuka.

“Akan tetapi kita juga akan open bidding beberapa jabatan. Sejauh ini ada enam jabatan eselon II yang kosong seperti kepala dinas PU, Biro ada 3, dan Wakil RSUD Soedarso,” ujarnya. 

Ia meminta  Sekda yang baru dilantik untuk kerja sesuai aturan. Jangan sampai berpikir untuk hal-hal yang tidak-tidak, karena tunjangan serta insentif dan lain sebagainya untuk sekda itu sudah lebih dari cukup.

Lanjutnya, tata kelola pemerintahan itu harus terus dipebaiki dan digenahkan. Jangan sampai ad yng berbuat nakal.

“Saya terus terang saja sudah selalu saya pesankan. Saya politisi, tidak pernah membebani apapun kepada Dinas. Jadi dinas kerja sesuai aturan saja. Kalau mereka pernah merasa dibebani, ngomong saja,” ujarnya. 

Dikatakannya seperti kemarin misalnya open bidding Sekda bahkan sudah ada persepsi bahwa yang terpilih menjadi Sekda pasti si A, B, C.

“Saya tegaskan saya tak campur tangan dan intervensi. Nah begitu yang diisu-isukan jadi Sekda ternyata bukan, nah sekarang baru nyesal kenapa tidak ikut seleksi kemarin. Jadi kerja sesuai aturan saja,kalau sudah pakai aturan, ya sudah,” pungkasnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved