Breaking News:

Anggota DPR RI Katherine Minta Desa yang Belum Teraliri Listrik Tidak Kecewa

Katherine mengatakan, cara mendapatkan listrik ialah pertama, kepala desa harus pro aktif membuat proposal.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Prokopim Sambas
Anggota Komisi VII DPR RI Katherine berfoto bersama Bupati Sambas saat menghadiri peresmian listrik di Desa Balai Gemuruh Kecamatan Subah, Kamis 13 Januari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Kalimantan Barat 1, Katherine Angela Oendoen menginginkan bagaimana masyarakat mengetahui cara mendapatkan penerangan di desa.

“Saya ingin masyarakat mengetahui bagaimana cara mereka mendapat penerangan di desa,” ujarnya kepada wartawan usai menghadiri peresmian listrik di Desa Balai Gemuruh, Kecamatan Subah, Kamis 13 Januari 2022. 

Katherine mengatakan, cara mendapatkan listrik ialah pertama, kepala desa harus pro aktif membuat proposal.

“Proposal itu akan saya bawa, untuk diberikan kepada GM PLN Kalbar dan tembusannya kepada Direktur PLN di pusat,” ujarnya.

Bupati Sambas Resmikan Listrik di Desa Balai Gemuruh Kecamatan Subah

Katherine berharap masyarakat yang belum mendapatkan listrik di desa untuk tidak kecewa.

“Harapan saya masyarakat jangan kecewa, jangan putus asa, masih banyak waktu masih banyak kesempatan,” ungkapnya.

Katherine berujar, desa yang belum mendapat listrik jangan berputus asa walaupun sudah kerap membuat proposal.

“Karena sudah terbukti hari ini di Desa Balai Gemuruh dan Madang, Kecamatan Subah mendapat aliran listrik,” katanya.

Katherine mengatakan, bahwa listrik merupakan wewenang Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Kata dia, Kementerian ESDM tentu tidak dapat fokus ke satu provinsi saja.

“Karena kita ketahui RI memilki 34 provinsi, sehingga kitalah yang mesti pro aktif meminta dan mengingatkan pemerintah sehingga desa kita mendapat fasilitas seperti desa desa yang lain,” ucapnya.

Menurut dia, masyarakat mesti pro aktif mengingatkan dan meminta kepada pemerintah apabila desanya belum teraliri oleh listrik.

“Jika tidak peduli dan hanya mengharapkan pemerintah yang mengetahui kondisi desa, maka tidak mungkin,” ujarnya.

Dia berharap kepada desa desa yang belum teraliri listrik untuk tidak kecewa, jangan putus asa karena masih ada kesempatan yang akan terwujud di hari kemudian. (*)

[Update Informasi Seputar Kabupaten Sambas]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved