Breaking News:

Investor Lirik Potensi TWA Bukit Kelam, BKSDA Kalbar : Ikuti Saja Prosedur dan Ketentuan yang Ada

Dalam kawasan TWA memang dialokasikan ruang untuk investasi. Namun pemanfaatannya tentu harus memenuhi standar prosedur dan ketentuan yang berlaku

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Sejumlah pengunjung menikmati suasana persawahan di balik kemegahan batu monolit terbesar di dunia yang ada di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta menyambut baik adanya investor yang melirik potensi Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kelam yang berada di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Akan tetapi, meski dalam Kwasan Taman Wisata Alam (TWA) ada dialokasikan ruang untuk investasi, namun pemanfaatannya harus memenuhi standar prosedur dan ketentuan yang berlaku.

"Dalam kawasan TWA memang dialokasikan ruang untuk investasi. Namun pemanfaatannya tentu saja harus memenuhi standar prosedur dan ketentuan yang berlaku," kata Sadtata dikonfirmasi Tribun Pontianak, Kamis 13 Januari 2022.

"Serta selaras dengan rencana pengembangan yang sudah dirancang oleh pemangku kawasan, dalam hal ini BKSDA Kalbar," lanjutnya.

Bupati Sintang Ungkap Ada Investor yang Akan Bangun Kereta Gantung di TWA Bukit Kelam

Penegasan Sadtata menanggapi soal keinginan investor dari Jakarta yang ingin berinvestasi di TWA Bukit Kelam. Kabar itu diungkapkan Bupati Sintang, Jarot Winarno.

Bupati Sintang menyebut, investor tersebut dalam waktu dekat akan berkunjung ke Sintang untuk melakukan presentasi soal rencana pembangunan wahana kereta gantung.

Menurut Sadtata, Gunung kelam merupakan kawasan konservasi dengan status taman wisata alam (TWA) yang pengelolaannya menjadi kewenangan pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian LHK dalam pengawasan BKSDA Kalbar.

Oleh sebab itu, investasi yang masuk ke dalam kawasan, harus selaras dengan rencana pengembangan yang sudah dirancang oleh pemangku kawasan, dalam hal ini BKSDA Kalbar.

"Hal ini perlu agar pengembangan sarpras apa pun di kawasan konservasi tidak merusak potensi keanekaragaman hayati yg ada. Jangan sampai aktivitas wisata yang berkembang nantinya justru menghilangkan kekayaan kawasan yang selama ini dijaga," jelas Sadtata.

Sadtata menyatakan siap mendukung investasi yang akan masuk ke Kabupaten Sintang, termasuk kawasan TWA Bukit Kelam, asalkan sesuai dengan konsep konservasi dan sssuai prosedur dan ketentuan yang ada.

"Ikuti saja prosedur dan ketentuan yang ada. Karena kewenangan pengelolaan kawasan konservasi ada di BKSDA Kalbar. Sebaiknya pihak calon investor memaparkannya kepada BKSDA Kalbar. Karena nanti ijinnya ke Menteri dan rekomendasinya dikeluarkan oleh BKSDA. Dari pemaparan yang disampaikan nanti bisa kita selaraskan rancangannya dengan punya kami," saran Sadtata. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved