Breaking News:

Partai Gelora Optimis Lolos parliamentary threshold pada Pemili 2024 Mendatang

Ia menuturkan antara target optimis dan realistis, yang terpenting adalah mengoptimalisasikannya.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Luthfi
Tangkapan layar HP, pada poscast series V, bincang politik, Rabu, 12 Januari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua partai Gelora Kalimantan Barat Muslih, S.p mengatakan ada dua target politik, target optimis dan target realistis dalam dunia politik, di Tribun Cast, Series V, bincang politik, Rabu, 12 Januari 2022.’

“Kan ada target tinggi, namanya target optimis, tapi ada target realistis, target realistik kita itu lolos dari pt di angka 4% secara nasional, selebihnya itu bonus,” jelasnya, Rabu, 12, Januari 2022.

“Sama juga Kalbar, artinya dalam target 4 % itu, di Kalbar kita juga menargetkan, kalau itukan di hitung dari jumlah alokasi kursi, Kalbar ini kan ada Kalbar 1 dan Kalbar 2 DPR RI, empat dan delapan, Kalbar 2 empat dan Kalbar 1 delapan, target kita optimis bisa di masing-masing dapil itu satu kursi, kalau lebih itu bonus,” ucapnya.

Kapan Vaksin Booster di Pontianak?

Ia menuturkan antara target optimis dan realistis, yang terpenting adalah mengoptimalisasikannya.

“Inikan persoalan, kita punya target optimis dan target realistis, yang terpenting bagi kita bagaimana kita mengoptimalisasi ikhtiar dulu kita, masalah hasil itu yang di atas menentukannya,” ujarnya.

Muslih menambahkan, di angka enam sampai delapan kursi, sudah cukup untuk menopang partai Gelora untuk bisa ke DPR RI.

“Kan kita harus membuat, pyiramida di tarik kebawah, misalnya di antara DPRI itu satu satu, otomatiskan di bawahnya juga harus mendukung, tingkatan Kalbar Provinsi dan Kabupaten Kota. Di angka, enam sampai dengan delapan kursi itu sudah cukup, untuk menopan kita agar bisa ke DPR RI,” tambahnya. 

Muslih menyampaikan, tiga isu dari lembaga survey yang perlu menjadi perhatian.

“Dari lembaga suvey itu kan ada sekitar tiga isu besar, yang bisa kita perhatikan. Yang pertama itu, terkait lapangan kerja, pengangguran, itu besar apalagi dengan kondisi pandemi, setelah permasalahan infrastruktur di daerah, kemudian masalah kemiskinan, dan yang terakhir itu masalah bencana, perubahan iklim,” terangnya.

“Jadi kita pun membangun konten, membuat isu yang di tawarkan itu juga melihat dari mood publik. Contoh, misalnya terkait dengan permasalahan pengangguran, artinya bahwa kita harus bisa menjawab, walaupun kita hari ini kita belum punya akses partai baru, tapi kita punya akses yang lain,” ujarnya

“Bagaimana, kita bisa membuat sesuatu di masyarakat untuk bisa membuka lapangan pekerjaan yang baru dan itu bisa menambah penghasilan ekonomi keluarganya, maka platform kita salah satunya geloranomic, dengan ekonomi kreatifnya dan sudah bergera ke UMKM, ini kita bangun. Artinya bahwa, ada ruang yang bisa kelola dan bisa diterima, inilah bagaimana kita menjawab terkait isu ekonomi, lapangan pekerjaan, dan pengangguran bisa diterima,” pungkasnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved