Breaking News:

Asperindo Kalbar Tolak Penetapan Tarif Regulated Agen di Bandara Supadio

“Menurut kami sudah selayaknya dalam penetapan tarif penerapan RA agar benar-benar juga ikut memperhatikan dari sisi pelaku usaha,” tegasnya.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Dok. Asperindo Kalbar
Muswil V DPW Asosiasi Jasa Pengiriman Express, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Kalbar tahun 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) Kalimantan Barat menolak penetapan Tarif Penerapan Regulated Agen (RA).

Ketua Asosiasi Jasa Pengiriman Express, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Kalbar, Iwan Sunardi mengatakan dengan rencana penerapan Regulated Agent di bandara Supadio Pontianak, Asperindo Kalbar pada dasarnya menyambut baik.

Namun jika ditinjau dari sudut pandang pemeriksaan, penanganan, pengamanan dan keamanan barang kiriman.

Kemudian jika dikorelasikan dengan kondisi ekonomi Kalbar yang berdasarkan data statistik Desember 2021, terjadi inflasi sebesar 0,37 persen.

Salut, Temukan Gelang Emas Seberat 50 Gram, Ismail Jukir di Pontianak Kembalikan ke Pemilik

“Kami mengusulkan kepada pemerintah agar dari sisi penetapan tarif pemberlakukan RA hendaknya juga memperhatikan dampak ekonomi dengan biaya tinggi yang akan dibebankan kepada masyarakat pengguna jasa pengiriman,” ujarnya, Rabu 12 Januari 2022.

Periode 2019 hingga akhir 2021 dikatakannya masa dimana wabah pandemi covid 19 melanda banyak negara termasuk Indonesia.

“Praktis disektor jasa pengiriman express selama masa itu melakukan beberapa penyesuain yang berdampak kepada menurunnya tingkat pengiriman cargo (outgoing),” ujarnya.

Kemudian diawal tahun 2022 ini baru memulai lagi usaha dengan memperhatikan peluang baru akibat covid-19 dan menyambung dengan semangat pemerintah untuk mendorong UMKM agar lebih dimudahkan.

“Menurut kami sudah selayaknya dalam penetapan tarif penerapan RA agar benar-benar juga ikut memperhatikan dari sisi pelaku usaha,” tegasnya.

Jika dibandingkan dengan bandara di provinsi lain misalnya tarif yang di berlakukan bisa diterima dan bisa berjalan beriringan hendaknya juga bisa diadopsi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved