Breaking News:

Pungli dan Korupsi Hingga 1,67 Miliar, Oknum PNS KPKNL Singkawang Juga Lakukan Pemerasan

Am diduga melakukan pengutan tidak resmi atau pungutan liar dan pemerasan pada saat ia bertugas di Kantor KPKNL Kota Pontianak pada tahun 2015

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/File Kejari Pontianak.
Petugas dari Kejaksaan Negeri Pontianak saat menggiring tersangka AM ke Mobil dan membawanya ke Rutan Kelas 2 A Pontianak, Selasa 11 Januari 2022. File Kejari Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kejaksaan Negeri Pontianak resmi menahan seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkungan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Kota Singkawang berinisial AM atas dugaan tindak pidana korupsi, Selasa 11 januari 2022.

Am diduga melakukan pengutan tidak resmi atau pungutan liar dan pemerasan pada saat ia bertugas di Kantor KPKNL Kota Pontianak pada tahun 2015 sampai tahun 2019.

Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak Wahyudi melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Banan Prasetya menyampaikan bahwa pengungkapan kasus dugaan korupsi ini berawal dari beberapa waktu lalu.

Dimana seksi tindak pidana khusus Kejari Pontianak mendapatkan informasi dari masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan KPKNL Pontianak.

Lelang Amal KPKNL Pontianak Tawarkan 59 Barang, Seluruh Hasilnya Untuk Donasi

Berdasarkan informasi tersebut, tim Pidsus Kejari Pontianak melakukan serangkaian penyelidikan, dan didapati bahwa AM diduga telah melakukan tindak pidana korupsi.

Modusnya, tersangka menawarkan jasa kepada sejumlah pihak dapat membantu bisa menjualkan aset dan mendapatkan lelang dengan memberikannya sejumlah uang, padahal hal tersebut bukanlah kewenangannya.

Petugas dari Kejaksaan Negeri Pontianak saat menggiring tersangka AM ke Mobil dan membawanya ke Rutan Kelas 2 A Pontianak, Selasa  11 Januari 2022. File Kejari Pontianak.
Petugas dari Kejaksaan Negeri Pontianak saat menggiring tersangka AM ke Mobil dan membawanya ke Rutan Kelas 2 A Pontianak, Selasa 11 Januari 2022. File Kejari Pontianak. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Kejari Pontianak)

Selain itu, dalam aksinya, AM pun diduga melakukan upaya pemerasan kepada sejumlah korban.

Dimana tersangka memberikan ancaman bilamana korban tidak memberikan uang lagi kepadanya, maka uang yang sudah di setorkan untuk proses lelang maka akan hangus.

Dari menjalankan aksinya sejak tahun 2015 hingga tahun 2019, diduga AM telah mengumpulkan uang senilai 1,670.000.000,( satu milyar enam ratus tujuh puluh juta rupiah).

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui bahwa uang sebanyak itu ia gunakan untuk kepentingan pribadi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved