Breaking News:

Pelatihan Adaptasi dan Mitigasi Bencana dari GCoM di Kota Pontianak

Edi Rusdi Kamtono mengatakan, bahwa pelatihan tersebut sebagai tindaklanjut dari kerjasama antara GCoM for Climate and Energy dengan Kota Pontianak

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rokib
pelatihan Adaptasi dan Mitigasi Bencana akibat perubahan iklim yang digelar Global Covenant of Mayors (GCoM) melalui zoom meeting di Ruang Pontive Center, Selasa 11 Januari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Global Covenant of Mayors (GCoM) for Climate and Energy memberikan pelatihan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim bagi Kota yang ditunjuk sebagai percontohan GCoM Asia Project dan termasuk salah satunya adalah Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Pelatihan adaptasi dan mitigasi bencana perubahan iklim bagi kota percontohan GCoM Asia Project di Ruang Pontive Center, Kantor Wali Kota Pontianak Kalimantan Barat, Selasa 11 Januari 2022.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, bahwa pelatihan tersebut sebagai tindaklanjut dari kerjasama antara GCoM for Climate and Energy dengan Pemerintah Kota Pontianak beberapa waktu lalu.

"Pada pelatihan ini dijelaskan berbagai hal yang harus dilakukan dalam mitigasi bencana yang diakibatkan perubahan iklim. Hasilnya akan ditindaklanjuti sehingga Kota Pontianak bisa memberikan sumbangsih untuk penanganan efek emisi gas rumah kaca di Indonesia," ujarnya.

Asmara Terlarang Oknum Tokoh Agama di Pontianak Berbuntut Panjang, Skandal Terjadi 2019

Dengan adanya pelatihan ini, kata Edi, tentu akan memberikan wawasan dan strategi yang harus dilakukan dalam mengantisipasi apabila terjadi bencana akibat perubahan iklim, terutama di saat musim penghujan maupun kemarau.

Sebagaimana diketahui, efek emisi gas rumah kaca menyebabkan perubahan iklim secara ekstrim.

"Dampaknya juga dirasakan di Kota Pontianak, misalnya jika memasuki musim penghujan, curah hujannya sangat besar. Demikian pula bila memasuki musim kemarau maka waktunya akan berlangsung lama. Semua itu diakibatkan oleh efek emisi gas rumah kaca," ungkapnya.

Edi menambahkan, Kota Pontianak sebagai bagian dari Pulau Kalimantan yang disebut sebagai paru-paru dunia, merupakan penyumbang oksigen terbesar di negara tropis. Untuk itu, setelah ada pemetaan titik-titik lokasi bencana, maka selanjutnya menentukan implementasi lebih lanjut.

"Apa yang menjadi tanggung jawab kita, misalnya penghijauan, pengurangan karbon monoksida dari kendaraan bermotor, pengelolaan sampah organik dan sebagainya," pungkasnya. 

Sebelumnya, Asih Budiati selaku Team Leader, Environmental and Sustainable Development Global Covenant of Mayors for Climate & Energy (GCoM) menyampaikan, bahwa Program GCoM Asia Project ini adalah inisiatif yang didanai sepenuhnya oleh Uni Eropa dan Kota Pontianak terpilih sebagai salah satu kota percontohan di Indonesia selain Tangerang, Minahasa Utara, dan Medan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved