Breaking News:

Merasa Dirugikan, Edi Rusdi Kamtono Sayangkan Penentuan Capaian Vaksinasi Berdasarkan NIK

Edi mengatakan bahwa pihaknya merasa sangat dirugikan dari sisi data, lantaran capaian Vaksinasi di Kota Pontianak sudah tinggi.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Merasa dirugikan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyayangkan atas penentuan capaian vaksinasi oleh pemerintah pusat. Pasalnya penentuan jumlah penerima vaksin ditentukan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP). 

Hal tersebut tentu pihaknya merasa dirugikan lantaran capaian Vaksinasi covid-19 yang sudah melebihi jumlah 80 persen menjadi menurun atas kebijakan tersebut.

Edi mengatakan bahwa pihaknya merasa sangat dirugikan dari sisi data, lantaran capaian Vaksinasi di Kota Pontianak sudah tinggi.

"Vaksinasi di Kota Pontianak berdasarkan fasilitas pelayanan kesehatan sudah mencapai 83,6 persen. Nah, ketika data itu berdasarkan NIK KTP, capaian vaksinasi di Kota Pontianak menjadi 67 persen, sementara daerah-daerah yang capaian vaksinnya rendah justru melonjak naik. Jadi merugikan sekali dari sisi data," ungkap Edi, Selasa 11 Januari 2022.

Asmara Terlarang Oknum Tokoh Agama di Pontianak Berbuntut Panjang, Skandal Terjadi 2019

"Saya juga tidak mengerti kebijakan pemerintah pusat ini kadang-kadang berubah-ubah seenaknya aja ngerubah-rubah," timpal Edi.

Sebagai contoh, ia menyebutkan, bahwa Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak yang sudah memegang KTP sebagai warga Kota Pontianak dan telah divaksin di Kota Pontianak, namun karena NIK-nya berasal dari Kabupaten Sintang sehingga datanya tidak masuk sebagai penerima vaksin di Kota Pontianak.

Dan masih banyak warga lainnya yang sudah divaksin di Kota Pontianak namun tidak masuk data capaian Vaksinasi di Kota Pontianak. Hal inilah yang membuatnya merasa sangat dirugikan.

"Ini kan lucu, tetapi terserah bagaimana hasilnya, mau datanya nol persen yang penting warga yang tinggal di Kota Pontianak sudah divaksin," tegasnya.

Kendati demikian, Edi menyatakan, bahwa pihaknya tidak akan kendor untuk gencar melaksanakan vaksinasi, bahkan untuk di Kota Pontianak sudah dilaksanakan secara door to door.

Akan tetapi diakuinya ada kendala yang dihadapi yaitu masih adanya warga yang tidak memenuhi syarat untuk divaksin dikarenakan tekanan darah tinggi maupun memiliki komorbid.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved