Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka di Kalbar, Ahli Epidemiologi Harap Pemda Perhatikan Cakupan Vaksinasi

Kemudian, Satgas Covid-19 di sekolah maupun dinas kesehatan kabupaten/kota perlu melakukan evaluasi secara berjalan terhadap pembelajaran tatap muka.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Muhammad Rokib
Tim kajian Ilmiah covid-19 Poltekkes Pontianak Dr. Malik Saepudin, SKM, M. Kes 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentu menjadi acuan satuan pendidikan untuk melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Salah satu syarat untuk melakukan PTM terbatas boleh dilaksanakan 100 persen kapasitasnya, apabila cakupan vaksinasi dosis 2 tenaga pendidik dan kependidikan sudah di atas 80 persen.

Selain itu cakupan vaksinasi dosis 2 lansia di tingkat kabupaten/kota harus di atas 50 persen.

Terkait cakupan vaksinasi ini, Ahli Epidemiologi dari Poltekkes Pontianak, Malik Saepudin mengingatkan agar pemerintah memperhatikan capaian vaksinasi pada guru, tenaga kependidikan, serta warga masyarakat lanjut usia (lansia).

Jalan Lingkungan Beraspal di Pontianak Sudah 80 Persen, Selanjutnya Penataan Trotoar

“Artinya benar-benar mencapai dosis dua di atas 60 persen sampai 80 persen, sehingga PPKM yang diterapkan selaras level yang ditetapkan. Jangan memaksakan pembelajaran 100 persen dengan durasi enam jam jika pencapaian vaksinasi belum mencapai 60 persen,” ujar Malik, Senin 10 Januari 2022.

Kemudian, Satgas Covid-19 di sekolah maupun dinas kesehatan kabupaten/kota perlu melakukan evaluasi secara berjalan terhadap pembelajaran tatap muka.

Antara lain memastikan protokol kesehatan dijalankan secara ketat. Kemudian capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua di sekolah.

Bersamaan dengan itu juga, dilanjutkannya satuan tugas di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi melakukan surveilance pelaksanan protokol kesehatan di masyarakat sekitar dan pencapaian vaksin pada lansia disekitar sekolah.

“Selain itu yang paling penting dan utama adalah memastikan tidak melakukan mobilitas bagi peserta didik, tenaga kependidikan dan guru,” ungkapnya.

Malik juga menyarankan agar sekolah mengaktifkan aplikasi Pedulilindungi bagi peserta didik, tenaga kependidikan dan guru

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved