Breaking News:

Kamaruzaman Sebut Stok Minyak Goreng Subsidi di Kalimantan Barat Cukup Hingga 5 Bulan Mendatang

Ia menambahkan bahwa untuk wilayah Kalimantan Barat mendapat subsidi minyak goreng dari harga pasar, melalui kerjasama dengan PT. Wilmar.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Marpina Sindika Wulandari
Minyak goreng kemasan yang dijual di toko di pasar Sekadau, Kalimantan Barat, Minggu 9 Januari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Perindsutrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral, Provinsi Kalimantan Barat, Kamaruzaman memberikan penjelasan terkait kebijakan dari Pemerintah Pusat terkait harga Minyak Goreng Rp. 14.000 peliter. Menurutnya kebijakan tersebut berlaku untuk minyak goreng kemasan di retail modern.

“Kebijakan dari Pemerintah pusat untuk harga minyak goreng itu Rp. 14.000 perliter, itu yang retail kemasan satu kilo,” jelasnya, Senin, 10 Januari 2022.

“Kan ada kebijakan dari Menteri Perdagangan, untuk operasi pasar minyak goreng kemasan sederhana di toko retail modern, seperti Alfa Mart dan Indomaret, itu harganya Rp. 14.000 perliternya,” tuturnya.

Pedagang di Ketapang Akui Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Cabai Mulai Alami Penurunan

Ia menambahkan bahwa untuk wilayah Kalimantan Barat mendapat subsidi minyak goreng dari harga pasar, melalui kerjasama dengan PT. Wilmar.

“Di Kalbar itu, di tunjuk distributor PT. Wilmar, yang mempunyai Indsutri minyak goreng. Nah ini, harganya itu Rp. 14.000 yang sudah di subsidi dari harga pasar, dan sudah berlaku dari mulai Nataru sampai hari ini,” katanya. 

Kamaruzaman, mengatakan, stok minyak goreng untuk Kalimantan Barat, tercukupi untuk lima bulan kedepan.

“Stok kita itu cukup, karena kebutuhan Kalbar itu, 4.109 ton minyak goreng, stok kita itu ada 20.545 ton, jadii aman untuk lima bulan kedepan dan itu masih berlangsung hingga saat ini, untuk yang operasi pasar harga minyak goreng Rp. 14.000,” ungkapnya.

Kamaruzaman, menuturkan, upaya pengendalian harga minyak goreng, dengan mengadakan operasi pasar di toko retail modern dan pasar tradisional. 

“Iya, operasi pasar, beberapa toko retail modern, seperti yang tadi saya sebutkan, Alfa Mart, Indomaret, Mitra Mart, termasuk juga pasar-pasar tradisional. Untuk distributornya di Kalbar, itu PT. Wilmar, PT. Wilmar di minta dan di biayai oleh APBN,” pungkasnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved