Breaking News:

Pedagang Gorengan Keluhkan Harga Minyak Goreng Naik

Sehari itu saya biasa pakai tiga sampai lima liter minyak goreng curah, yang dulunya perliter hanya 10 ribuan, sekarang sudah 19 ribu perliter

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Muhammad Luthfi
Penjual gorengan yang sedang merapihkan jualannya, di Jl. Haji Rais Abdul Rahman Pontianak, Sabtu, 8 Januari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kenaikan harga minyak goreng di akhir tahun 2021 yang lalu, mempengaruhi pendapatan untuk para pegadang, khususnya penjual gorengan, di kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Satu di antara penjual gorengan di Jl. Haji Rais Abdul Rahman, Pak Yan, mengatakan, bahwa untungnya sangat tipis hanya cukup untuk makan.

“Naiknya ini kan sudah dari bulan lalu, terasa sekali mempengaruhi pendapatan saya, kalau di bilang rugi tidak juga, namun memang sangat tipis, cukup untuk makan saja,” ujarnya, Sabtu, 8 Januari 2022.

Ia menuturkan, sehari bisa menggunakan tiga sampai lima liter minyak goreng.

Penjual Ayam Geprek di Kota Pontianak Merugi Akibat Kenaikan Harga Sembako

“Sehari itu saya biasa pakai tiga sampai lima liter minyak goreng curah, yang dulunya perliter hanya 10 ribuan, sekarang sudah 19 ribu perliter. Untuk gorengan yang saya jual itu, pisang goreng, kroket, dan tempe goreng,” ujarnya.

Yan berharap, agar Pemerintah bisa menurunkan harga minyak goreng.

“Ya, saya biasa melihat di berita atau dari teman, kenaikan harga minyak goreng ini, bukan hanya terjadi di sini saja, namun se Indonesia. Harapan saya, semoga Pemerintah dapat menurunkan harga dari minyak goreng,” pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved