Breaking News:

Travel Haji Mabrur Barokah Kalbar Akan Mulai Berangkatkan Jamah Mulai Februari 2022 Mendatang

Branch Manager Travel Haji Mabrur Barokah (HMB) Kalimantan Barat, Rafli Maulana, mengatakan persiapan Travel mengenai di izinkannya penyelengaraan umr

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Branch Manager Haji Mabrur Barokah (HMB), Rafli Maulana, saat ditemui di kantornya, di Jl.Putri Candramidi, Kota Pontianak, Jum’at, 7 Januari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berdasarkan Intruksi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief dalam ketererangan tertulis. Dimana penyelenggaraan ibadah umrah yang akan dimulai kembali pada, Sabtu, 8 Januari 2022. 

Branch Manager Travel Haji Mabrur Barokah (HMB) Kalimantan Barat, Rafli Maulana, mengatakan persiapan Travel mengenai di izinkannya penyelengaraan umrah sudah panjang.

“Untuk di perbolehkannya ibadah umrah tanggal 8 Januari 2022, persiapan Travel tentunya sudah panjang, apalagi dari kami HMB ini, ada tiga rombongan yang keberangkatannya tertunda, yang dimana keberangkatan terakhir itu di bulan Februari 2020,” jelasnya Jum’at 2022.

Rafli menuturkan, bahwa jemaah yang mengikuti travelnya sabar menunggu selama dia tahun, karena pandemi Covid-19.

BMKG Sebut Kota Pontianak Masih Berpotensi Hujan Intensitas Rendah Beberapa Hari Kedepan

“Sudah dua tahun kita off, tapi alhamdulillah dari pihak jamaah sabar menunggu, karena inikan bukan salah kami, inikan musibah, alhamdulillah mereka sabar menunggu,” tuturnya.

Ia menambahkan, dari pihak travel HMB akan memberangkatkan jamaah di awal bulan Februari 2022.

“Kalau kami insya allah awal bulan Februari, akan memberangkatkan jemaah yang sempat tertunda. Karenakan untuk pengurusan berkas di masa sekarang ini lebih komplek dan tidak bisa mendadak, terutama paspor jemaah, vaksinnya mau kita cek, persiapan manasik,” ucapnya.

“Karena manasik tahun ini tentunya berbeda dari tahun sebelum adanya Covid, kita harus mentaati peraturan yang sudah di tetapkan, terutama dari Pemerintah Arab Saudi, seperti itu,” katanya.

Raffly menyampaikan, akan memberangkatkan umrah untuk tiga rombongan, yang jumlahnya 90 sampai 120 orang.

“Satu rombongan itu bisa mencapai 30 - 40 orang, jadi untuk tiga rombongan sekiranya 90 sampai 120 orang yang akan berangkat awal Februari nanti. Untuk biayanya bervariasi ya, karena menyesuaikan dari Hotel yang digunakan, catring dan sebagainya, kalau di lihat dari harga Travel lain termasuk kami, itu kisaran 35 Juta sampai 40 Juta Rupiah plus karantina,” sampainya.

Rafli mengungkapkan, jika tidak ada karantina harganya bisa di bawah dari 30 Juta Rupiah.

“Kalau tidak pakai karantina, mungkin masih bisa di angka 28 Juta rupiah sampai 29 Juta rupiah, karena kita menggunakan karantina, tujuh hari itu kalau kami hitung-hitung bisa mencapai 35 Juta sampai 40 Juta rupiah," ujarnya.

"Tergantung jenis vaksin juga, untuk sinovac dan sinovam itu ada penambahan biya, karena ada penambahan tiga hari karantina, penambahan biaya itu untuk kamar khusus, petugas hotelnya harus menggunakan APBD, pengecekan dokter dan PCR,” pungkasnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved