Petugas Medis Gagalkan Joki Vaksinasi, Ini Pengkuan Joki Vaksin di Semarang

Petugas yang curiga dengan hal itu, lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Semarang Barat

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kejelian petugas medis berhasil menggagalkan aksi perjokian vaksin di Kota Semarang. Tepatnya di Puskesmas Manyaran, Kembangarum, Semarang Barat, Senin 3 Januari 2022 sekira pukul 10.30 WIB.

Perjokian vaksinasi ini dilakukan seorang  perempuan berinisial DS (41) mendatangi puskesmas tersebut berbekal KTP milik orang lain.

"Iya, ada seorang perempuan hendak vaksin tapi ketika petugas puksesmas melakukan screening ditemukan perbedaan identitas dan fisik," terang Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar saat konferensi pers di Kantor Polrestabes Semarang, Rabu 5 Januari 2022.

Jadi Joki Vaksin & Dibayar hingga Rp 800 Ribu Sekali Vaksin, Abdul Rahim: Sehari Pernah 3 Kali!

Petugas yang curiga dengan hal itu, lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Semarang Barat. Polisi yang mendatangi tempat kejadian lalu melakukan penyelidikan.

Hasilnya, Perempuan berinisial DS (41) warga Kuningan, Semarang Utara, mengakui memang menjadi joki.

Ia disewa oleh seorang perempuan berinisial CL (37) warga Griya Beringin Asri, Wonosari, Ngaliyan.

Ketiga perempuan telah diamankan oleh pihak kepolisian, mereka terancam pasal 14 ayat 1 UU RI Nomor 4 tahun 1984 tentang penyakit wabah menular junto pasal 53 ayat 1 KUHP.

Ancaman hukuman selama 1 tahun. "Namun kasus itu berakhir mediasi sebab peristiwa itu belum terjadi. Pelaku CL juga akhirnya mau divaksin," tandasnya.

[Update Berita Video Tribunpontianak]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved